• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

HARI KUCING SEDUNIA: Jangan Lepas Liar, Ini Bahayanya

Merayakan Hari Kucing Sedunia alias International Cat Day, Dosen IPB University ungkapkan dampak negatif melepas liar kucing.

by Irsyan Hasyim
Kamis, 7 Agustus 2025
A A
Kucing peliharaan. (Sumber foto: Canva/2025)

Jakarta, Prohealth.id – Pernah merasa dilema untuk melepas kucing ke alam liar? Satu sisi, merasa tidak lagi memungkinkan untuk merawat, tapi di sisi lain, hati nurani menyimpan rasa bersalah untuk melepasnya.

Bertepatan dengan International Cat Day atau Hari Kucing Sedunia setiap 8 Agustus, praktik melepaskan kucing peliharaan ke alam liar ternyata bukan solusi yang tepat.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Akademisi IPB University, drh. Tetty Barunawati Siagian menyebut tindakan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif jangka Panjang. Baik bagi hewan, manusia, maupun lingkungan.

Dalam wawancara tertulis ke redaksi IPB Today (6/8/2025), drh. Tetty menegaskan bahwa melepasliarkan kucing tanpa steril dan pengawasan, malah dapat menyebabkan ledakan populasi.

“Over populasi kucing berpotensi menimbulkan krisis kesejahteraan hewan. Ini karena keterbatasan makanan, tempat tinggal, dan perhatian. Akibatnya, kucing menjadi kelaparan, kurus, dan sakit,” ujar dosen Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University ini. Ia juga mengungkapkan bahwa kucing peliharaan yang dilepasliarkan dapat memicu konflik sosial. Kucing-kucing ini sering kali masuk ke rumah warga, buang kotoran sembarangan, dan menimbulkan suara bising saat musim kawin.

Akademisi IPB University, drh. Tetty Barunawati Siagian. (Sumber: IPB University/2025)

Hal ini berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat dan memicu tindakan kekerasan terhadap hewan.  Dampak lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan risiko penyakit zoonosis.

“Kucing liar bisa menjadi sumber pencemaran karena buang air sembarangan dan berpotensi menularkan penyakit ke manusia,” jelasnya.

Tetty juga menyoroti pencemaran lingkungan akibat polusi bau serta gangguan terhadap satwa liar. Kucing yang hidup bebas berpotensi memangsa burung, reptil, dan serangga yang penting bagi keseimbangan ekosistem.

Selain itu, meningkatnya jumlah kucing liar menimbulkan beban finansial bagi pemerintah dan komunitas pencinta hewan. Salah satunya akibat peningkatan biaya publik dan shelter. Untuk itu, emerintah dan komunitas harus mengeluarkan banyak dana untuk penanganan populasi kucing liar tersebut. Namun, ini tetap tidak akan selesai apabila sumber masalahnya tidak selesai.

“Selain itu, shelter hewan dan relawan kewalahan menangani rescue dan sterilisasi kucing,” tambahnya.

Menurutnya, tindakan melepasliarkan kucing bukan bentuk kebebasan, melainkan awal dari siklus penderitaan baru. Ia menegaskan jika pemilik tidak bertanggung jawab, mereka bukan membebaskan hewan peliharaannya, tetapi menciptakan masalah baru. Masalah ini menjadi kondiisi yang justru tak berkesudahan dalam jangka panjang.

 

 

Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi

Source: anabul kucing
Tags: anabulHari Kucing SeduniaInternational Cat Daylepas liarOne healthzoonosis
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.