Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Konflik Iran vs Israel dan AS Perburuk Krisis Kesehatan di Timur Tengah

Otoritas kesehatan nasional di Iran melaporkan lebih dari 1.300 kematian dan 9.000 cedera akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

by Sunu Dyantoro
Thursday, 12 March 2026
A A
Konflik Iran vs Israel dan AS Perburuk Krisis Kesehatan di Timur Tengah

Lebih dari sepuluh hari setelah eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah, sistem kesehatan di seluruh wilayah ini mengalami tekanan. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyatakan jumlah korban luka dan pengungsi meningkat, serangan terhadap fasilitas kesehatan terus berlanjut, dan risiko kesehatan masyarakat meningkat.

Otoritas kesehatan nasional di Iran melaporkan lebih dari 1.300 kematian dan 9.000 cedera akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Lebanon melaporkan setidaknya 570 kematian dan lebih dari 1.400 cedera. Di Israel, pihak berwenang melaporkan 15 kematian dan 2.142 cedera.

BacaJuga

Manfaat dan Batas Konsumsi Kikil yang Kaya Kolagen

Komite Keselamatan Jurnalis Kepri Terbentuk, Wadah Perlindungan Jurnalis

Pada saat yang sama, konflik memengaruhi layanan yang seharusnya menyelamatkan nyawa. Di Iran, WHO telah memverifikasi 18 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak 28 Februari, yang mengakibatkan 8 kematian di antara petugas kesehatan.

Selama periode yang sama di Lebanon, 25 serangan terhadap fasilitas kesehatan telah mengakibatkan 16 kematian dan 29 luka-luka. Serangan-serangan ini tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga merampas akses masyarakat terhadap perawatan kesehatan ketika mereka sangat membutuhkannya. “Petugas kesehatan, pasien, dan fasilitas kesehatan harus selalu dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan WHO, Rabu 11 Maret 2026.

Di luar dampak langsung, konflik ini menciptakan risiko kesehatan masyarakat yang lebih luas. Perkiraan saat ini menunjukkan lebih dari 100.000 orang di Iran telah pindah ke daerah lain di negara itu karena ketidakamanan. Hingga 700.000 orang telah mengungsi di dalam negeri di Lebanon.

Mereka banyak tinggal di tempat penampungan kolektif yang padat di bawah kondisi kesehatan masyarakat yang memburuk, dengan akses terbatas ke air bersih, sanitasi, dan kebersihan. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi pernapasan, penyakit diare, dan penyakit menular lainnya, terutama bagi populasi yang paling rentan, seperti perempuan dan anak-anak.

Bahaya lingkungan juga menjadi perhatian yang meningkat. Di Iran, kebakaran minyak dan asap dari infrastruktur yang rusak telah membuat masyarakat sekitar terpapar polutan beracun. “Ini berpotensi menyebabkan masalah pernapasan, iritasi mata dan kulit, serta mencemari sumber air dan makanan.”

WHO juga menyatakan akses terhadap layanan kesehatan semakin terbatas di beberapa negara. Di Lebanon, 49 pusat layanan kesehatan primer dan lima rumah sakit telah ditutup menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh militer Israel, mengurangi ketersediaan layanan penting seiring meningkatnya kebutuhan medis.

Di wilayah Palestina yang diduduki, peningkatan pembatasan pergerakan dan penutupan pos pemeriksaan menunda akses ambulans dan klinik keliling di beberapa provinsi di Tepi Barat. Di Gaza, evakuasi medis tetap ditangguhkan sejak 28 Februari.

Sementara rumah sakit terus beroperasi di bawah tekanan di tengah kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan bakar yang terus berlanjut. Mereka harus memprioritaskan layanan kesehatan penting seperti perawatan darurat dan trauma, layanan ibu dan bayi baru lahir, dan penanganan penyakit menular.

Pembatasan wilayah udara sementara telah mengganggu pergerakan pasokan medis dari pusat logistik global WHO di Dubai. Lebih dari 50 permintaan pasokan darurat, yang ditujukan untuk membantu lebih dari 1,5 juta orang di 25 negara, terpengaruh, mengakibatkan penundaan yang signifikan.

Pengiriman prioritas saat ini termasuk pasokan yang direncanakan untuk Al Arish, Mesir, untuk mendukung respons terhadap Gaza, serta Lebanon dan Afghanistan. Pengiriman pertama, yang berisi pasokan untuk respons terhadap kolera di Mozambik, diperkirakan akan berangkat dari pusat logistik tersebut pada minggu mendatang.

Eskalasi ini terjadi pada saat kebutuhan kemanusiaan di Kawasan Mediterania Timur sudah termasuk yang tertinggi di dunia. Di seluruh kawasan tersebut, 115 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Ini hampir setengah dari seluruh orang yang membutuhkan bantuan secara global. “Sementara permohonan bantuan darurat kesehatan kemanusiaan masih kekurangan dana hingga 70%.”

Situasi berada tanpa perlindungan untuk perawatan kesehatan, akses kemanusiaan yang berkelanjutan, dan dukungan keuangan serta operasional yang lebih banyak untuk respons kesehatan kemanusiaan. Tekanan pada populasi rentan dan sistem kesehatan yang sudah rapuh akan terus meningkat.

WHO menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan layanan kesehatan, memastikan akses kemanusiaan yang tidak terhalang dan berkelanjutan. “Semua pihak kami minta mengupayakan de-eskalasi konflik agar masyarakat dapat mulai pulih dan bergerak menuju perdamaian.”

Otoritas Iran mengatakan sejumlah rumah sakit telah dinonaktifkan sementara. Ribuan warga sipil terdampak oleh perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel. Sementara Teheran juga meningkatkan serangan di seluruh wilayah itu.

Berbicara kepada televisi pemerintah pada hari Rabu siang di Teheran, seorang juru bicara Palang Merah Iran mengatakan hampir 20.000 bangunan sipil, termasuk setidaknya 16.000 unit tempat tinggal, telah terdampak setelah lebih dari 11 hari perang. Mojtaba Khaledi mengatakan 77 fasilitas perawatan kesehatan telah terdampak, tetapi tidak menyebutkan berapa banyak yang merupakan rumah sakit atau apakah ada yang terkena serangan langsung.

Ia menyatakan beberapa di antaranya rusak. “Kami tidak dapat menerima pasien di sana, dan di beberapa tempat, pasien sedang berada di ruang operasi atau menjalani operasi medis lainnya saat diserang,” katanya. Ia menambahkan bahwa 16 pusat Bulan Sabit Merah terkena dampak, dengan personel dipindahkan ke tempat lain untuk melanjutkan operasi penyelamatan.

Khaledi berbicara di depan bangunan yang oleh Bulan Sabit Merah digambarkan sebagai “gedung administrasi yang terkait dengan sebuah bank” yang diserang di ibu kota. Ia menunjukkan sejumlah bangunan tempat tinggal di sekitarnya mengalami kerusakan jendela atau kerusakan tambahan.

Ia mengatakan 65 sekolah dan fasilitas pendidikan juga telah terdampak di seluruh negeri sejak awal perang, beberapa di antaranya parah, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Insiden paling mengerikan sejauh ini dalam perang adalah sekolah dasar Minab di Iran selatan. Akibatnya, 167 orang, sebagian besar siswa, tewas pada hari pertama konflik.

Angkatan bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pada hari Rabu mengisyaratkan mereka sekarang menganggap bank dan kepentingan ekonomi AS dan Israel di seluruh wilayah, serta perusahaan teknologi yang menawarkan aplikasi militer, sebagai target yang sah.

Kedua pihak menekankan bahwa mereka siap untuk perang selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Pemerintah Iran telah berupaya meyakinkan bahwa mereka memiliki persediaan barang-barang penting yang kuat, termasuk bahan makanan dan obat-obatan. Iran juga menyiapkan rencana darurat yang sedang berjalan untuk mengimpor kebutuhan pokok.

Para pejabat Iran juga berulang kali menekankan jumlah korban sipil akibat konflik ini. Wakil Menteri Kesehatan Ali Jafarian mengatakan pada hari Selasa lebih dari 12.000 orang terluka. Sebagian besar dari 1.250 korban tewas. Mereka telah dikonfirmasi sebagai warga sipil, termasuk 200 anak-anak dan 200 perempuan.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.