Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kesiapannnya memberikan layanan kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kesiapan ini ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan sejumlah menteri serta pimpinan lembaga di Pelabuhan Merak Banten, Jumat, 13 Maret 2026.
Peninjauan dilakukan guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, termasuk kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran. Dalam laman Kementerian Kesehatan, Menko PMK Pratikno menyampaikan arus mudik tahun ini diperkirakan lebih terdistribusi karena rentang waktu libur yang relatif panjang.
Jadwal libur yang dimulai dari cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), disambung dengan Hari Raya Nyepi hingga Idul Fitri, serta kebijakan kerja fleksibel diharapkan membuat perjalanan mudik berlangsung lebih bertahap. “Dengan rentang waktu yang panjang ini, kami berharap distribusi pemudik bisa lebih merata dan tidak tertumpuk pada hari-hari tertentu,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan kesiapan layanan selama periode mudik. Berbagai inovasi juga disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tahun lalu, kata dia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan mudik sangat tinggi. Tahun ini ia berharap bisa lebih baik lagi. Meski demikian, ia menyatakan pemerintah tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti kondisi cuaca dan hal-hal tak terduga lainnya. Sehingga, ini memerlukan sinergi semua pihak untuk bekerja responsif dan melayani masyarakat dengan ramah.
Dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah langkah preventif. Salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima saat membawa penumpang selama periode mudik. “Pengemudi kendaraan umum akan diberikan cek kesehatan gratis, sesuai program bapak Presiden Prabowo, agar dipastikan kondisi mereka sehat saat mengendarai kendaraan,” kata Budi.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah-daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi. Ini agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Budi juga mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan mudik. Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat terus menurunkan angka kecelakaan selama periode mudik. “Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun terus menurun, dari sekitar 4.000 kasus menjadi sekitar 3.000 kasus tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kunjungan ini untuk memastikan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan dari Jawa ke Sumatera dalam menyambut perjalanan mudik Lebaran 2026. Ia mengatakan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan di kawasan Banten sudah lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Dudy mengatakan pada masa angkutan lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang bertambah dari tahun sebelumnya. “Kami harap arus kendaraan menuju Sumatera lebih lancar lagi,” tutur Dudy.
Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan pihak terkait telah menyiapkan empat jalur penyeberangan yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, serta BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu. Sementara pelabuhan PT. Krakatau Bandar Samudera-Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai contingency plan.
Kemenhub juga telah menyiapkan titik-titik buffer zone di sisi Pelabuhan Merak, meliputi buffer zone jalan arteri di area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas, buffer zone jalan tol di rest area KM 13A, rest area KM 43A dan rest area KM 68A, serta buffer zone pelabuhan di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ Bojonegara, dan Pelabuhan Ciwandan.
“Prediksi arus puncak mudik penyeberangan dari kawasan Merak di tanggal 18 Maret, tetapi kami juga mengantisipasi kemungkinan sudah mulai terjadi lonjakan mulai nanti malam hingga tanggal 15 Maret 2026,” kata Dudy.
Untuk mengatur pergerakan angkutan orang dan barang khususnya di pelabuhan penyeberangan Merak, Dudy menyampaikan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB). Pemerintah mengatur pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan. Ia minta pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh komitmen, dengan disiplin sehingga bisa menjadi lancar dan tidak mengganggu kelancaran arus mudik.
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui Pelabuhan Merak dan sekitarnya, Dudy mengimbau untuk selalu memantau informasi yang tepat melalui kanal resmi dan tidak terpengaruhi oleh kabar hoax dengan sumber yang tidak jelas. “Kami sediakan layanan live yang akan menyajikan informasi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik,” ungkapnya.

Discussion about this post