Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Perihal Penting yang Perlu Diketahui tentang Berhenti Merokok saat Stres

Dalam jangka panjang, berhenti merokok dapat meningkatkan kesehatan mental.

by Sunu Dyantoro
Wednesday, 18 March 2026
A A
Wujudkan Resolusi Berhenti Merokok

Berhenti merokok. (Sumber foto: Global Tobacco/2022)

Berhenti merokok itu sulit. Stres akibat pekerjaan, sekolah, hubungan, dan tuntutan hidup sehari-hari dapat menjadi pemicu untuk menggunakan nikotin. Gejala putus nikotin dapat sementara memperkuat perasaan stres dan mudah tersinggung.

Gejala ini meliputi fisik dan mental yang tidak menyenangkan dan muncul setelah seseorang menghentikan atau mengurangi penggunaan zat adiktif, seperti nikotin, secara drastis. Tapi dalam jangka panjang, berhenti merokok dapat meningkatkan kesehatan mental.

BacaJuga

Investigasi: Kantong Nikotin Kian Merebak, Kasus Keracunan Anak Melesat

Ahli Gizi Ungkap Strategi Jaga Pola Makan Sehat Ramadan dan Setelahnya

Siklus kecanduan nikotin, serta informasi yang salah yang disebarkan oleh industri tembakau, telah menyebabkan kesalahpahaman. Industri selalu menyatakan penggunaan nikotin dapat membantu mengurangi stres.

Namun, menurut meta-analisis dari 26 studi, berhenti merokok dikaitkan dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih rendah. Setop rokok juga meningkatkan suasana hati positif dan memiliki kualitas hidup dibandingkan dengan mereka yang merokok.

Survei Truth Initiative terhadap kaum muda yang berhenti menggunakan rokok elektrik juga menemukan bahwa 90% dari mereka yang berhenti menggunakan rokok elektrik mengatakan stres, cemas, atau depresi mereka berkurang.

Menurut data survei Truth Initiative terbaru, sekitar dua pertiga (67%) pengguna nikotin dewasa muda berusia 18–24 tahun berencana untuk berhenti pada tahun 2026 ini. Sebagian besar melaporkan alasan utama mereka untuk berhenti adalah untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik mereka.

Stres dapat menimbulkan tantangan bagi orang yang ingin berhenti merokok. Tapi tantangan ini dapat diatasi jika orang mengetahui fakta tentang nikotin dan kesehatan mental.

Selain itu, ada alat dan keterampilan yang dapat membantu orang berhenti dengan belajar mengatasi keinginan merokok, membangun kepercayaan diri, dan menemukan solusi sehat untuk manajemen stres.

Bagi orang-orang dari segala usia yang ingin berhenti menggunakan produk tembakau atau nikotin jenis apa pun, pengingat harian dan komunitas pendukung dapat sangat membantu. Program EX dari Truth Initiative dan Mayo Clinic adalah sumber daya digital gratis untuk berhenti merokok.

Program ini menawarkan rencana berhenti merokok yang dipersonalisasi, pengingat interaktif, alat untuk manajemen stres, dan komunitas berhenti merokok daring. Di sini adalah tempat orang-orang berbagi saran dan merayakan setiap langkah perjalanan berhenti merokok.

Hal penting yang perlu diketahui tentang berhenti merokok selama masa stres

Penarikan nikotin menyebabkan stres dan kecemasan

Ada kesalahpahaman umum bahwa nikotin mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Menurut survei Truth Initiative tahun 2021, 4 dari 5 anak muda yang menggunakan rokok elektrik mengatakan mereka mulai menggunakan vape untuk mengurangi stres, kecemasan, atau depresi mereka. Ini didasarkan pada bagaimana nikotin memengaruhi otak.

Nikotin melepaskan dopamin. Zat kimia ini menimbulkan perasaan senang dan rileks. Ketika tubuh berhenti menerima nikotin, kadar dopamin menurun dan perasaan senang digantikan oleh keinginan untuk menggunakan nikotin. Iritabilitas, kecemasan, dan depresi adalah beberapa gejala yang tidak menyenangkan akibat menghentikan nikotin. Penggunaan nikotin meredakan gejala-gejala ini untuk sementara waktu.

Sangat penting untuk menyadari bahwa penggunaan nikotin meredakan gejala tak menyenangkan akibat seseorang enghentikan penggunaan nikotin. Untuk sementara, ini mengurangi perasaan stres atau iritabilitas. Situasi ini menciptakan siklus seseorang perlu menggunakan nikotin untuk mencegah gejala fisik dan mental tak menyenangkan setelah berhenti menggunakan nikotin.

Olahraga, pengalihan perhatian, dan solusi stres dapat membantu

Tetap bebas nikotin selama masa stres mungkin sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Berikut beberapa hal yang dapat membantu.

Olahraga

-Aktivitas fisik adalah cara yang andal untuk mengatasi keinginan merokok dengan memberikan pengalihan perhatian dan meningkatkan endorfin dan dopamin.

-Bahkan aktivitas fisik ringan, seperti peregangan atau berjalan-jalan di sekitar blok, dapat meningkatkan suasana hati dan kepercayaan diri.

Pengalihan perhatian

-Aktivitas yang menyenangkan atau produktif dapat membuat pikiran tetap aktif dan mengalihkan perhatian ketika keinginan merokok muncul.

-Setiap kali seseorang berjuang melawan keinginan merokok, mereka membangun kepercayaan diri, sehingga setiap kali menjadi sedikit lebih mudah.

-Menelepon teman, melipat pakaian, berjalan-jalan, atau mempelajari keterampilan atau hobi baru dapat membantu melewati 3-5 menit sebelum keinginan merokok biasanya hilang.

Solusi stres

-Orang sering merokok atau menggunakan vape nikotin untuk mengatasi stres. Mengembangkan mekanisme penanggulangan stres yang baru dapat membantu orang menghindari penggunaan nikotin ketika hidup menjadi sulit.

-Meditasi, praktik kesadaran penuh (mindfulness), latihan pernapasan, menulis jurnal, teknik menenangkan diri, konseling, dan dukungan dari keluarga dan teman dapat membantu orang mengatasi stres.

Industri tembakau telah memasarkan nikotin sebagai alat untuk menghilangkan stres

Industri tembakau telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam memasarkan produk tembakau sebagai penghilang stres. Dari iklan rokok Camel awal yang menggambarkan perokok yang santai hingga iklan Puff Bar di era pandemi yang menyebut vaping sebagai cara untuk “tetap waras” selama lockdown, industri tembakau sering menggambarkan produknya sebagai alat untuk menghilangkan stres.

Merokok dan vaping juga memiliki aspek perilaku yang telah berkontribusi pada kesalahpahaman bahwa merokok atau vaping dapat mengurangi stres. Merokok dan vaping sering menciptakan peluang sosial untuk terhubung dengan orang lain dan dapat memberikan istirahat atau pengalihan dari situasi yang menegangkan.

Sumber daya berhenti merokok yang terbukti efektif dapat membantu

Program EX, program berhenti merokok digital gratis dari Truth Initiative bekerja sama dengan Mayo Clinic, dapat meningkatkan peluang berhenti merokok hingga 40%.

Program EX menawarkan:

-Rencana berhenti merokok yang dipersonalisasi
-Dukungan interaktif
-Saran dan kiat dari Mayo Clinic
-Akses 24/7 ke komunitas online yang suportif
-Pengingat pesan teks yang disesuaikan dan dorongan harian

Orang yang ingin berhenti dari semua jenis produk tembakau atau nikotin dapat mendaftar di Program EX. Mereka juga dapat menelusuri postingan blog dari spesialis penghentian merokok Mayo Clinic. Selain itu, mereka bisa membaca kiat dan pengalaman dari sesama perokok yang berhenti dan mantan pengguna tembakau tentang cara mengatasi stres saat berhenti merokok.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.