Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Tips Menjaga Pola Makan Seimbang saat Lebaran

Konsumsi makanan Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

by Admin
Friday, 20 March 2026
A A
Makanan Sehat untuk Lingkungan Berkelanjutan

Makanan berkelanjutan. (Sumber foto: Earth.com/2024)

Momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan khas seperti rendang, opor, hingga aneka kue kering. Namun, makanan ini umumnya mengandung kalori, lemak, dan gula yang cukup tinggi sehingga untuk mengkonsumsinya perlu kehati-hatian. Ini agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Menanggapi hal ini, Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Lailatul Muniroh menuturkan masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Lebaran selama mampu mengatur porsi dan frekuensi konsumsi.

BacaJuga

Investigasi: Kantong Nikotin Kian Merebak, Kasus Keracunan Anak Melesat

Perihal Penting yang Perlu Diketahui tentang Berhenti Merokok saat Stres

Dalam perspektif ilmu gizi, Lailatul menekankan makanan Lebaran yang aman dan seimbang tetap perlu mengikuti prinsip “isi piringku.” Prinsip ini menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, buah, serta kecukupan cairan dalam satu kali makan.

Ia menjelaskan, dalam keterangannya, sumber karbohidrat dapat berasal dari ketupat atau nasi. Sementara, sumber protein dapat berupa daging, ayam, atau telur. Di sisi lain, sayur dan buah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan serat, vitamin, serta mineral yang tubuh perlukan.

“Seringkali masyarakat terlalu fokus pada makanan bersantan atau kue manis saat Lebaran, sementara konsumsi sayur dan buah justru berkurang. Padahal kedua jenis makanan tersebut penting untuk membantu pencernaan sekaligus menjaga keseimbangan gizi,” ucap dia Jumat, 20 Maret 2026.

Lailatul juga mengingatkan konsumsi makanan Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Risiko ini antara lain kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, gangguan pencernaan seperti kembung atau mual, hingga lonjakan gula darah terutama bagi penderita diabetes.

Kue kering yang tinggi gula juga dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup. “Masyarakat perlu tetap memperhatikan pola makan selama momen silaturahmi Lebaran,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue kering, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan bersantan dan berlemak. Selain itu, mencukupi kebutuhan air putih dan menghindari makan berlebihan saat berkunjung ke beberapa rumah juga dapat membantu menjaga kesehatan.

“Menikmati hidangan khas Lebaran tentu diperbolehkan, tetapi yang perlu diingat adalah menjaga keseimbangan dan tidak berlebihan. Silaturahmi jalan, hidup sehat harus,” katanya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.