Lebaran telah tiba sejak Sabtu, 21 Maret 2026. Sebagian warga masyarakat telah berlebaran sejak Jumat, sehari sebelumnya. Hari Raya Idul Fitri ini adalah waktu bergembira, bertemu sanak keluarga. Tentu, kita menyantap berbagai hidangan istimewa.
Bagaimana kita merayakan Lebaran dengan sehat? Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, memberikan beberapa pesan. Pertama jangan makan berlebihan. Jangan mentang-mentang sudah sebulan berpuasa dan “mumpung” banyak makanan maka kita balas dendam dan makan berlebihan.
Ia mengatakan, data ilmiah menunjukkan selama bulan puasa orang dapat mengontrol berat badan dengan baik. Jangan sampai ini jadi berbalik tidak karuan dengan makan berlebihan. “Mereka yang punya diabetes misalnya maka bukan tidak mungkin gula darahnya jadi naik kalau makan tidak terkontrol ketika lebaran,” kata dia.
Adjunct Professor Griffith University ini mengatakan mereka yang dengan hipertensi maka mengkonsumsi makanan asin terlalu banyak saat Lebaran bisa mempengaruhi kesehatannya. Selain itu, kata dia, makan terlalu banyak juga dapat mengganggu sistem pencernaan, perut kembung, indigestion, dan juga masalah reflux gastroesofagfeal.
Tjandra menyarankan sedapat mungkin menghindari konsumsi berlebihan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Demikian juga, lanjut dia, jangan terlalu banyak makan kue-kue manis dan atau minuman manis lainnya. Sesekali minum manis tentu saja dapat ditolerir, tetapi minum air putih juga amat dianjurkan tentunya.
Ia juga menganjurkan agar bulan Ramadan dijadikan momentum berhenti merokok. Nyatanya selama masa puasa, para perokok tidak merokok dari sahur sampai berbuka puasa. “Saya selalu menganjurkan untuk di sore dan malam harinya juga jangan merokok. Nah, akan baik kalau hari Idul Fitri dijadikan momentum perayaan untuk berhenti merokok selamanya,” ucap Tjandra.
Untuk yang punya penyakit kronik dan harus konsumsi obat rutin, kata dia, jangan lupa obatnya dimakan sesuai aturan. Bahkan bukan tidak mungkin obat-obat tertentu mungkin perlu penyesuaian dosis karena konsumsi makanan yang tidak terkontrol baik.
Tjandra mengatakan, untuk mereka yang mudik di kampung halaman, sebaiknya istirahat dahulu. Masih ada beberapa hari di kampung halaman. Ada baiknya istirahat agar badan pulih dan setelah itu silakan beraktivitas.
Bagi yang ingin berwisata di hari libur panjang ini, Tjandra mengajak untuk mengantisipasi penuhnya obyek wisata dan pusat perbelanjaan. Bagi dia, akan baik kalau mungkin memilih waktu yang tidak sedang puncak-puncaknya penuhnya.
“Waktu istirahat dan tidur juga harus tetap terjaga baik. Misalnya, jangan begadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat di kampung halaman,” kata Tjandra.

Discussion about this post