Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

WHO Merekomendasikan Alat Diagnostik Baru untuk Mengakhiri TBC

by Sunu Dyantoro
Wednesday, 25 March 2026
A A
Eliminasi TBC Terganjal Anggaran?

Ilustrasi TBC (Sumber: Freepik.com / Brgfx)

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mendesak negara-negara untuk mempercepat tindakan untuk mengakhiri tuberkulosis (TB) pada peringatan Hari Tuberkulosis se-Dunia, 24 Maret 2026. WHO juga mendesak negara-negara memperluas akses ke layanan penyelamatan jiwa dengan menggunakan inovasi baru.

Misalnya, tes diagnostik yang dapat digunakan di dekat tempat perawatan dan usap lidah. Tes ini dapat membantu mendeteksi penyakit lebih cepat sehingga menjangkau lebih banyak orang.

BacaJuga

Penelitian: Vape Ganggu Paru dan Tingkatkan Keganasan Tuberkulosis

Indonesia Masuk Lima Besar Penyumbang Tuberkulosis Dunia

Pedoman baru tentang tes TB yang dapat digunakan di dekat tempat perawatan, yang dikeluarkan oleh WHO, menandai langkah lain menuju deteksi dan pengobatan yang lebih cepat. TB merupakan salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Tes portabel dan mudah digunakan ini mendekatkan diagnosis TB ke tempat orang-orang secara rutin mencari perawatan.

Tersedia dengan harga kurang dari setengah biaya banyak diagnostik molekuler yang ada, tes ini dapat membantu negara-negara memperluas akses ke pengujian. Tes ini dapat beroperasi dengan daya baterai dan memberikan hasil dalam waktu kurang dari satu jam, memungkinkan pasien untuk memulai pengobatan lebih cepat.

“Alat-alat baru ini benar-benar dapat mengubah penanganan tuberkulosis, dengan mendekatkan diagnosis yang cepat dan akurat kepada masyarakat, menyelamatkan nyawa, menekan penularan, dan mengurangi biaya,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

“WHO menyerukan kepada semua negara untuk meningkatkan akses terhadap alat-alat ini dan alat-alat lainnya sehingga setiap orang yang menderita TB dapat dijangkau dan diobati dengan segera.”

Selain TBC, perangkat ini berpotensi untuk menguji penyakit lain seperti HIV, mpox, dan HPV. Sehingga membuat diagnostik lebih berpusat pada pasien, adil, dan selaras dengan layanan terpadu untuk penyakit yang muncul dan beredar.

Metode pengumpulan sampel baru untuk memperluas pengujian TB

Pedoman ini juga merekomendasikan pengambilan sampel usap lidah yang mudah, serta strategi penggabungan dahak yang hemat biaya untuk meningkatkan efisiensi pengujian TB dan TB resisten rifampisin. Usap lidah memungkinkan orang dewasa dan remaja yang tidak dapat menghasilkan dahak untuk menjalani pengujian TB untuk pertama kalinya.

Sehingga memungkinkan deteksi penyakit di antara orang-orang yang berisiko tinggi meninggal karena TB. Penggabungan dahak, yang mnggabungkan sampel dari beberapa individu dan diuji bersama, dapat secara signifikan mengurangi biaya komoditas dan waktu mesin. Sehingga mendapatkan hasil yang lebih cepat bagi masyarakat dan program TB. Pendekatan ini secara khusus direkomendasikan ketika sumber daya sangat terbatas.

Kemajuan global terancam tanpa diagnosis yang lebih cepat

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Setiap hari, lebih dari 3.300 orang meninggal karena TB. Lebih dari 29.000 orang jatuh sakit karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati ini.

Upaya global untuk memerangi TB telah menyelamatkan sekitar 83 juta jiwa sejak tahun 2000. Namun pemotongan pendanaan kesehatan global mengancam untuk membalikkan kemajuan ini. Penerapan alat diagnostik cepat telah menjadi tantangan di banyak negara. Sbagian karena biaya yang tinggi dan ketergantungan pada pengiriman sampel untuk mendukung pengujian di laboratorium terpusat.

Penerapan solusi yang telah terbukti, termasuk tes urine di tempat perawatan untuk orang yang hidup dengan HIV, dan tes dengan kompleksitas rendah atau sedang di dekat tempat perawatan untuk orang dengan dan tanpa HIV, secara kolektif dapat digunakan untuk menutup kesenjangan diagnostik di semua tingkatan sistem kesehatan. Upaya ini dapat membantu mencapai target global untuk akses universal terhadap pengujian TB dan resistensi obat, mengurangi keterlambatan dalam memulai pengobatan, dan mengekang penularan.

Hari Tuberkulosis Sedunia 2026: Negara dan komunitas yang memimpin

Pada Hari Tuberkulosis se-Dunia 2026, dengan tema “Ya! Kita bisa mengakhiri TBC: Dipimpin oleh negara, didukung oleh masyarakat”, WHO menyerukan tindakan mendesak untuk:

-Mempercepat peluncuran teknologi diagnostik yang dapat digunakan di dekat titik perawatan dan inovasi lainnya sebagai bagian dari jaringan pengujian komprehensif;
-Memperkuat perawatan TB yang berpusat pada masyarakat dengan kepemimpinan komunitas yang bermakna dan keterlibatan berkelanjutan;
-Membangun sistem kesehatan yang tangguh untuk menjaga keamanan kesehatan;
-Mengatasi faktor-faktor sosial dan ekonomi penyebab TBC melalui aksi multisektoral;
-Melindungi layanan penting terkait TBC di tengah krisis global dan keterbatasan pendanaan.

“Berinvestasi dalam TBC adalah pilihan politik dan ekonomi yang strategis, menghasilkan hingga US$ 43 dalam pengembalian kesehatan dan ekonomi untuk setiap dolar yang diinvestasikan,” kata Dr. Tereza Kasaeva, Direktur Departemen HIV, Tuberkulosis, Hepatitis, dan Infeksi Menular Seksual WHO.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kepemimpinan yang tegas, investasi strategis, dan implementasi cepat rekomendasi dan inovasi WHO untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi masyarakat.”

Inovasi dan penelitian lebih lanjut

Meski alat diagnostik baru merupakan langkah maju yang penting, mengakhiri TBC akan membutuhkan investasi berkelanjutan dalam penelitian dan inovasi. Pendanaan global untuk penelitian TBC masih jauh di bawah perkiraan kebutuhan tahunan sekitar US$ 5 miliar. Sehingga, meninggalkan kesenjangan besar dalam pengembangan diagnostik, obat-obatan, dan vaksin baru yang dibutuhkan untuk mengakhiri epidemi ini.

WHO bekerja sama dengan para mitra untuk mempercepat kemajuan melalui inisiatif. Misalnya, Dewan Akselerator Vaksin TB, yang diluncurkan untuk mempercepat pengembangan dan akses yang adil terhadap vaksin TB baru dengan menyelaraskan pemerintah, peneliti, pendana, dan industri di sekitar prioritas bersama dan investasi terkoordinasi.

Seiring negara-negara memperingati Hari Tuberkulosis se-Dunia 2026, WHO mendesak pemerintah dan mitra untuk memprioritaskan TB sebagai pilar utama keamanan kesehatan dan cakupan kesehatan universal.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.