• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Mama Papua Suarakan Upaya Menjaga Hutan

Dia menyebut hutan sebagai mama. Sebab, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, ada di hutan.

by Admin
Minggu, 12 April 2026
A A
Mama Papua Suarakan Upaya Menjaga Hutan

Masyarakat adat di Papua menyerukan semua pihak, termasuk pemerintah, berkomitmen melindungi hutan-hutan di Bumi Cendrawasih. Bagi masyarakat adat, hutan adalah sumber penghidupan yang harus dijaga terus-menerus.

Hal itu disuarakan Marice Sianggo, tokoh perempuan adat sub-suku Nakna, Distrik Konda, Sorong Selatan, saat hadir di Pesta Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 11 April 2026. Dalam diskusi bertajuk “Suara Perempuan Adat, Masa Depan Hutan Papua dari Cerita ke Kemungkinan: Meliput Papua secara Konstruktif”, Marice menceritakan pentingnya menjaga hutan adat di sana.

BacaJuga

Mengapa Indonesia Menolak Pernyataan Resmi Pengendalian Tembakau dan Hipertensi di RC77

KPAI: Tragedi Kekerasan Anak Jangan Hanya Lahirkan Aturan Reaktif

Ia mengatakan hutan itu masih utuh. Kehidupan mereka sehari-hari ada di hutan, susah senang itu di hutan. “Ada tempat keramat, ada tempat sejarah, itu semua ada. Jadi kami jaga hutan itu. Karena kami punya hutan adat,” kata Marice.

Dia menyebut hutan sebagai mama. Sebab, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, ada di hutan.

“Itu mama ada sagu, bawa pulang makan. Mama cari ikan, mama jalan ke hutan itu semua ada,” ujarnya. “Hutan itu yang melindungi mama. Kalau kami punya hutan rusak, berarti kami juga manusia rusak,” katanya, mengimbuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Fitri Hasibuan, Vice President Program Konservasi Indonesia, mengatakan hutan adat di Papua harus terus dijaga dan didampingi. Sebab, baginya, menjaga hutan adalah bagian dari upaya melindungi ekosistem alam.

Dia menyebut hutan di Sorong masih lebat, ditumbuhi aneka tanaman seperti mangrove dan gambut. Hutan di Sorong dipenuhi sagu alam dan itu adalah kekayaan. Ini adalah lokasi penting yang menyimpan banyak karbon.

“Ketika mama menjaga rumahnya, menjaga wilayahnya, itu juga menjaga ekosistem atas karbon. Sehingga, yang kita takutkan perubahan iklim, krisis iklim, itu tidak terjadi,” kata Fitri.

Konservasi Indonesia, kata Fitri, sejak 2021 aktif mendukung masyarakat dan organisasi untuk melestarikan alam dan keanekaragaman hayati bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Khusus untuk isu Papua, upaya konservasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah, partisipasi, dan pengetahuan lokal.

“Kami punya visi yang sama menjaga hutan di Konda dan membantu ekonomi masyarakat. Semoga kerusakan tidak terjadi di hutan mama,” katanya berharap.

Diskusi ini juga menghadirkan jurnalis Margareth Aritonang sebagai narasumber. Menurutnya, isu perlindungan hutan di Papua harus lebih banyak diberitakan secara berbeda dan lebih konstruktif.

Dia mencontohkan, perempuan adat Papua sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga hutan sebagai ruang hidup. Namun, suara, pengetahuan, dan praktik mereka jarang diangkat sebagai bagian dari narasi utama.

“Sering kali kisah peran perempuan minim diceritakan. Padahal perempuan Papua punya peran penting,” katanya.

Margareth mengatakan perlu ada pendekatan jurnalisme konstruktif sebagai cara memperkaya narasi. Dia menekankan pentingnya kemampuan storytelling yang berpusat pada pengalaman perempuan adat saat meliput Papua.

“Yang lebih konstruktif, tidak hanya ambil point of view pemerintah atau pejabat, tetapi juga masyarakat, perempuan, tetua adat,” kata dia.

Di akhir acara, peserta diajak membuat satu karya pendek yang berisi rencana peliputan dan tulisan singkat. Karya ini mengangkat cerita perempuan adat yang menghindari stereotip dan eksotisasi, serta mengandung perspektif konservasi berbasis hak.

Salah satu peserta, Aryo, mengangkat ide liputan mengenai hutan sebagai ruang aman bagi perempuan. Menurutnya, ketika hutan makin terancam, ruang hidup perempuan-perempuan di sana bakal makin sempit.

Diskusi dan lokakarya ini didukung Konservasi Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam Pesta Media AJI Jakarta 2026. Setelah 14 tahun vakum, AJI Jakarta kembali menggelar acara ini dengan mengusung tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature” pada 11-12 April 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Tiga isu penting yang diangkat kali ini adalah: media, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan (AI), melalui berbagai format acara, mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, pembuatan zine, hingga penampilan seni.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.