• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Selamat Jalan Sumarjati Arjoso, Tokoh Langka di Balik Pengendalian Tembakau

Ia membawa rombongan Komnas Pengendalian Tembakau bertemu Presiden Prabowo di Hambalang.

by Ahmad Khudori
Sabtu, 25 Juli 2026
A A
HARI KARTINI: Cukai Rokok Dibayar Miskin, Untungnya Diambil Konglomerat

dr. Sumarjati Arjoso, SKM, dokter, mantan anggota DPR RI, dan pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). (Sumber foto: Dokumen pribadi/2025)

Tokoh IAKMI dan mantan anggota DPR ini wafat di usia 80 tahun. Ia konsisten memperjuangkan pengendalian tembakau hingga akhir hayat.

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Sumarjati Arjoso, meninggal dalam usia 80 tahun pada Jum’at malam, 24 Juli 2026.

BacaJuga

Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa

Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global

Wakil Sekretaris Jenderal IAKMI, Dewi Nur Aisyah, menyatakan, kepergian Sumarjati Arjoso meninggalkan duka mendalam bagi rekan–rekan sejawatnya. IAKMI kehilangan sosok perempuan yang tegas dan vokal dalam memperjuangkan isu kesehatan masyarakat.

Apalagi, menurut Aisyah, selama ini Sumarjati Arjoso memberikan kontribusi dan pengaruh positif dalam sepak terjang organisasi IAKMI, untuk upaya pengendalian tembakau.

“Beliau sosok politikus yang berpihak pada kesehatan masyarakat. Humble pada sesama, dan suka berbagi pengalaman dengan anak-anak muda,” katanya.

Sumarjati Arjoso mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Perempuan kelahiran Yogyakarta pada 29 Mei 1946 itu mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan perlindungan kesehatan masyarakat dalam pengendalian tembakau hingga akhir hayatnya. Perhatian Sumarjati Arjoso terhadap isu kesehatan masyarakat mendorong kemajuan dalam gerakan pengendalian tembakau di Indonesia.

Sumarjati Arjoso menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada pada tahun 1971. Ia melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia pada 1976. Selanjutnya, ia memperoleh sertifikasi spesialis pendidikan kesehatan dari Universitas Indonesia pada (1977).

Dalam masa karir politiknya, Sumarjati Arjoso menjabat Ketua Umum Perempuan Indonesia Raya (PIRA) dengan periode 2009-2025, dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Gerindra periode 2009-2014.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, menyebut Sumarjati sosok yang dihormati dan kader terbaik Partai Gerindra. Wakil Ketua DPR itu menyatakan turut kehilangan seorang pejuang politik Gerindra.

Saat masa menjadi Anggota DPR Sumarjati bertugas di Komisi IX. Komisi IX DPR RI membidangi urusan kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial. Hubunganya Sumarjati Arjoso dengan masyarakat sipil untuk kesehatan masyarakat terjalin harmonis.

Manajer Program Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Nina Samidi, mengenal Sumarjati sejak 10 tahun lalu ketika masih menjadi anggota DPR. Menurutnya, Sumarjati adalah anggota DPR yang berani menyuarakan isu kesehatan terutama pengendalian tembakau.

“Beliau juga yang membawa rombongan Komnas Pengendalian Tembakau bertemu dan disambut Presiden Prabowo di Hambalang, khusus mendiskusikan masalah rokok,” ujarnya.

Ia menyatakan Sumarjati terus berada di samping masyarakat melindungi generasi masa depan Indonesia. Kata Nina, selama ini banyak politikus pengampu kesehatan yang kerap kontradiktif dengan urusan kepentingan kesehatan.

Sumarjati beda. Sampai akhir nafasnya ia konsisten berdiri dan berjalan di jalan sepi pengendalian tembakau.

“Semakin sulit menemukan sosok seperti beliau, di Komisi IX yang merupakan komisi pengampu bidang kesehatan dalam pengendalian tembakau,” katanya.

Sementara, peneliti Devi Utami dari Center for Health Economics and Policy Studies (CHED) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, mengenal Sumarjati dalam World Conference on Tobacco Control 2025 di Dublin, Irlandia. Dalam kegiatan 11 hari ini terjalin kebersamaan. Devi mendapat berbagai sentuhan nasihat dan cerita perjalanan sepak terjang Sumarjati di isu pengendalian tembakau.

Buat anak muda seperti Devi, Sumarjati adaah sosok yang ingin mendengar dari bawah. Devi bilang, ia merasa tangan Sumarjati selalu terbuka pada ide anak muda dan perhatian.

“Nasihat beliau adalah jangan lupa menebar manfaat dan lakukan sesuatu yang berdampak membantu orang banyak.” katanya.

Tags: Dampak RokokPengendalian TembakauPrabowo Subiantosumarjati
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.