Jakarta, Prohealth.id – Aktris Taiwan, Barbie Hsu (48), yang meroket berkat salah satunya drama Meteor Garden, meninggal secara mendadak karena pneumonia. Apakah pneumonia bisa menyebabkan kematian?
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kematian aBarbie Hsu karena pneumonia sebenarnya membutuhkan peninjauan lebih dalam.
Pertama, penting untuk mengetahui rekam medis dari Barbie Hsu. Ini berfungsi agar bisa mengetahui gambaran tentang hubungan virus influenza dengan kejadian pneumonia yang menyebabkan kematian.
Pneumonia terlihat dari beberapa anamnesis atau gejala dan keluhan. Umumnya lewat hasil pemeriksaan dokter berupa palpasi, perkusi dan auskuktasi dengan stetoskop, dan lainnya. Selain itu juga dari hasil pemeriksaan radiologis dan juga pemeriksaan laboratorium darah. Sementara alasan utama virus influenza menyebabkan pneumonia, sebenarnya tergantung dari keseimbangan antara virulensi virus dan juga daya tahan tubuh orang yang terpapar.
Pada awal Januari 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang terjadi peningkatan kasus mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023 di Cina. Pneumonia semacam ini umumnya bergejala ringan, tetapi beberapa orang mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Walaupun data tentang jumlah penderitanya belum tersedia, pada akhir November lalu Al Jazeera melaporkan bahwa rumah-rumah sakit di Beijing, Cina dibanjiri pasien anak.
Menurut Al Jazeera, salah satu rumah sakit besar di kota tersebut melaporkan bahwa rata-rata setiap hari mereka melihat sekitar 1.200 pasien memasuki ruang gawat darurat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa pneumonia mycoplasma paling sering terjadi pada orang dewasa muda dan anak-anak usia sekolah tetapi dapat menyerang siapa saja.
Menurut CDC, orang yang tinggal dan bekerja di lingkungan ramai mempunyai risiko lebih tinggi. Sebagai contoh, orang yang berisiko lebih tinggi terkena infeksi serius adalah mereka yang sembuh dari penyakit pernapasan dan memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Daya Tahan dengan Vaksinasi
Untuk mengatasi itu ada peluang melalui vaksinasi pneumonia. Meski demikian menurut Tjandra Yoga, vaksinasi pneumonia belum merupakan anjuran umum untuk semua orang. Meski begitu ia merekomendasikan agar kelompok risiko tinggi tertentu, seperti lansia, daya tahan tubuh rendah, pengidap penyakit paru kronik dan juga bagi masyarakat yang akan bepergian ke tempat berisiko mendapatkan vaksinasi.
Berdasarkan situs Kementerian Kesehatan, pneumonia menjadi tiga bagian; ringan (mild), sedang (moderate) dan berat (severe). Kasus pneumonia ringan kadang-kadang bahkan tidak perlu masuk rumah sakit. Pneumonia sedang biasanya memang harus mendapat perawatan di RS. Sementara pneumonia berat bahkan bukan tidak mungkin harus dirawat di ICU dan juga pada keadaan tertentu memerlukan ventilator.
Pneumonia bisa saja akibat bakteri, virus dan juga jamur. Lalu untuk kasus karena bakteri, maka salah satu penyebab utama adalah bakteri pneumokokus, atau streptococcus pneumoniae. Sementara pneumonia karena virus maka contoh yang yumum adalah pneumonia pada kasus-kasus COVID-19, juga ada H1N1 pandemi 2009, H5N1 yang dikenal sebagai flu burung.
Kata Prof. Tjandra, virus Influenza ada yang influenza A, B dan lain-lain. Virus influenza A ada banyak jenisnya, dan penamaannya merupakan kombinasi Hemaglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Setidaknya ada 18 jenis H (H1 sampai H16) dan 11 jenis N (N1 sampai N9).
“Jadi bisa saja ada kombinasi H1N1, lalu H1N2 dan seterusnya juga bisa H2N1, H2N2, sehingga bisa sampai ratusan jenis variannya,” ujarnya.
Barbie Hsu tutup usia Senin, 3 Februari 2025 pada usia 48 tahun. Dugaan sakit dan meninggal karena terpapar pneumonia setelah sebelumnya mengidap influenza selama musim libur Imlek 2025.
Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi
Discussion about this post