Jakarta, Prohealth.id – Pemerintaan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah meresmikan program pemeriksaan gratis pada senin 10 Februari 2025.
Adapun Kementerian Kesehatan bertindak sebagai pelaksana program pemeriksaan gratis telah mempersiapkan skema agar masyarakat dapat mengakses program ini dengan mudah. Prohealth.id mencatat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi program ini karena menjadi langkah preventif penyakit tidak menular. Pada sisi lain juga akan memudahkan proses kuratif dan mencegah penularan penyakit.
Untuk dapat mengakses pemeriksaan gratis, masyarakat perlu memahami skema tersebut. Pemeriksaan kesehatan gratis untuk usia 7-17 tahun rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang khusus untuk siswa-siswi di sekolah. Lantas, bagaimana masyarakat selain program khusus sekolah ini mengakses pemeriksaan gratis? Begini panduannya.
Pertama; Kemenkes menghimbau untuk masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan gratis untuk mengunduh aplikasi “Satu Sehat” terlebih dahulu. Menurut Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes, Setiadji menjelaskan, skema dengan Satu Sehat akan memudahkan masyarakat.
“Kami telah menyiapkan sistem untuk memudahkan masyarakat mendaftar sehingga tidak perlu antri di Puskesmas,” ujar Setiadji, pada pada saat Konferensi Pers di Jakarta (08/02/2025).
Cara pertama masyarakat perlu mengunduh aplikasi Satu Sehat mobile. Sebelumnya, masyarakat mengenal aplikasi ini pada masa pandemi Covid-19 dengan nama PeduliLindungi.
Kedua, sebelum melakukan pendaftaran pemeriksaan kesehatan gratis, Anda perlu memastikan telah mengisi profil atau data diri. Profil adalah identitas terdiri dari nama lengkap, nomor telepon teregistrasi, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan data lainnya. Setelah selesai registrasi di aplikasi, Anda baru bisa melakukan pemesanan jadwal cek kesehatan gratis.
“Kalau yang (ulang tahun) Januari sampai dengan sekarang kita sudah buka. Jadi, nanti untuk yang berikutnya adalah H-7,” ujar Setiadji.
Setiadji menjelaskan untuk 1 aplikasi saja menghimpun data sejumlah 4-5 orang yang nanti bisa mendapatkan tiket pemeriksaan masing-masing dari aplikasi Satu Sehat. Alhasil, Satu Sehat mobile bisa menghimpun anggota keluarga lain seperti anak, orang tua, sepupu.
“Yang perlu diisi adalah siapa yang akan diperiksa di dalam mobile ini bukan hanya individu sendiri tetapi kita bisa mendaftarkan anak ataupun keluarga di dalam satu set mobile aplikasi ini,” jelasnya.
Kebijakan dalam aplikasi ini dengan tujuan menjawab persoalan untuk anak-anak yang tidak memiliki gadget atau handphone. Sehingga orang tua atau orang dewasa bisa mencantumkan anak-anak dalam aplikasi Satu Sehat mereka.
Sebagai informasi, cara untuk menambahkan keluarga anggota keluarga, anak, ataupun orang tua ke dalam akun Satu Sehat, maka Anda perlu membuka profile akun Anda. Lalu dari data profile itu Anda bisa menyunting dan menambahkan nama serta data diri orang yang ingin kita masukkan. Anda perlu memasukkan tak hanya nama tetapi juga NIK dan tanggal lahir dari orang yang mau Anda masukkan dalam aplikasi Anda.
Selanjutnya, Anda bisa melihat siapa saja profil yang ada di sana akun Anda. Nantinya, Anda bisa mendaftarkan cek kesehatan gratis pasa saat ulang tahun mereka.
Kesempatan pemeriksaan pada hari ulang tahun ini hanya berlaku sampai dengan H+30 hari. Selanjutnya, dari aplikasi tersebut Anda bisa memilih jadwal dari mulai tanggal sampai dengan lokasi pemeriksaan kesehatan. Setelah mendapatkan tiket, maka tiket tersebut yang akan menjadi modal Anda untuk melakukan tes kesehatan.
Selain melalui aplikasi Satu Sehat, pendaftaran bisa melalui pesan Whatsapp. Namun fitur ini masih sangat terbatas. Anda bisa mengakses melalui nomor 08110500567 untuk cek kesehatan gratis.
“Nanti ada chat bot untuk melakukan pendaftaran. Kurang lebih pengisian sama dengan di Satu Sehat. Anda bisa memiliki lokasi puskesmasnya, dan nanti akan menghasilkan tiket pemeriksaan yang bisa ditunjukkan pada saat melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.
Jika Anda masih menemukan permasalahan dalam mengakses cek kesehatan gratis ini, Anda bisa mengirim email maupun juga help desk, atau Halo Kemenkes 1500 567.
Kemenkes juga menyiapkan informasi lebih lengkap ke dalam FAQ dengan alamat category cek kesehatan gratis. “Jadi informasi pertanyaan-pertanyaan frequently question itu bisa dibaca di alamat ini. Kalau pun ada hal lain di luar itu, bisa kontak melalui email ataupun call center kami,” jelas Setiadji.
Penulis: Ahmad Khudori
Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi
Discussion about this post