Magelang, Prohealth.id – Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) ke-8 memulai rangkaian acara hari pertama pada 29 Mei 2023 di Magelang, Jawa Tengah, dengan mengangkat tema “We Need Nutrition, Not Addiction”.
Peneliti muda Beladenta Amalia mewakili Institute for Global Tobacco Control dari Johns Hopkins University mengatakan ada 828 juta manusia di dunia kelaparan, dan 1 dari 10 manusia tidur kelaparan tiap malam.
Kontrasnya, pada 2019 sebanyak 1 miliar orang dewasa di seluruh dunia merokok, dengan prevalensi sekitar 500 juta orang tersebar di China, India, dan Indonesia. Kondisi inilah yang memicu luasnya lahan pertanian tembakau di Indonesia.
Sementara, kondisi pertanian tembakau sebenarnya menimbulkan kelangkaan terhadap lahan yang berkualitas. Tak hanya itu, pertanian tembakau berpotensi memicu kelangkaan pangan karena pilihan tanaman pangan alternatif menjadi semakin terbatas, belum lagi ancaman degradasi lahan.

Oleh karenanya, Beladenta mengatakan perlunya pendekatan komprehensif dalam kebijakan transisi dari pertanian tembakau dengan melibatkan pendidikan, pelatihan, dukungan pemerintah, pengembangan pasar, dan advokasi. Sehingga langkah tersebut membantu generasi petani berikutnya dapat beralih dari menanam tembakau ke praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan beragam.
“Walaupun Indonesia sebagai eksportir tembakau terbesar keenam di Indonesia, kontribusi pertanian tembakau hanya 0,03 persen dari total produk domestik bruto, jadi dampaknya terhadap ekonomi tidak besar,” ujar Beladenta melalui Zoom, dalam Youth Forum ke-7 pre-event ICTOH, Senin (29/5/2023).
Ia menambahkan, upaya konversi lahan tembakau menjadi lahan pertanian yang sehat bisa mengurangi kelaparan. Di Indonesia dengan konversi lahan tembakau, Beladenta memprediksi 1 juta orang Indonesia yang sebelumnya kelaparan bisa makan dengan baik dan bergizi.
Perwakilan Petani Muda dari Semarang Shofyan Adi Cahyono menambahkan dengan visi sociopreneur, ia mengalihkan lahan tembakau menjadi lahan pangan organik. Shofyan mengaku ia menyabet omzet yang lebih besar yakni Rp50-100 juta dibandingkan saat menanam tembakau.
“Saya tidak menanam tembakau lagu karena ada banyak hal yang merugikan. Pertama, durasi panennya terlalu lama. Kedua, secara harga tembakau makin menurun jadi tidak lagi menguntungkan. Terakhir, petani tembakau begitu rentan dengan rantai penipuan yang dilakukan tengkulak,” tuturnya.

Dengan membuka kebun produksi sayuran sekitar 10 hektare di lereng Gunung Merbabu yang subur, ia mendulang keuntungan yang lebih besar dan otomatis menyumbang dampak pada kualitas pangan bergizi masyarakat.
“Untuk transisi dari tembakau ke sayuran memang sulit. Petani harus pelan-pelan kami arahkan, dan kami ajarkan analisis usaha,” ujar Shofyan.
Selain dua narasumber tersebut masih ada sejumlah tokoh muda yang hadir membagikan pengalamann dalam mewujudkan hidup sehat dengan makanan bergizi. Beberapa diantaranya yakni; Puteri Indonesia 2008, Miss International Doctor Athlete & Health Influencer untuk nutrisi dr. Ayu Diandra Sari, MM, M.Gizi, Sp.GK, ada juga Petani Milenial Kabupaten Magelang Rayndra Syahdan Mahmudin, Petani Muda dari Magelang Muhaimin, Oktavian Denta Eko Antoro dari Semarku-Kulon Progo, Rd. Sarah Rauzana Putri dari ASEAN Youth Organization, Nala Amirah dari Green Welfare Indonesia.
Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) merupakan serangkaian acara memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun 2023 yang mengusung tema “We Need Food Not Tobacco”. ICTOH rutin diselenggarakan setiap tahunnya mengangkat tema yang sama dengan World No Tobacco Day di tingkat global.
Adapun ICTOH ke-8 merupakan kerja sama dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) dengan MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang. Kegiatan ICTOH ke-8 bertujuan mendorong pemerintah Indonesia mengambil kebijakan mengalihkan konsumsi rokok untuk pangan bergizi.
Rangkaian ICTOH pada tahun ini terdiri dari: pre-event, event, dan post-event berupa; Youth Forum, ICTOH, dan Field Trip. Rangkaian acara pre-event Youth Forum 2023 ini telah memasuki tahun ke-7 dengan menyajikan berbagai kegiatan meliputi talk show, interactive session, workshop, konferensi pers, dan youth declaration (deklarasi anak muda).
Latar belakang penyelenggaraan Youth Forum yang ke-7 sebagai pre-event ICTOH 2023 tak lepas dari temuan data Global Youth Tobacco Survey Indonesia 2019, ada 19,2 persen siswa, lalu 35,6 persen anak laki-laki, dan 3,5 persen anak perempuan saat ini menggunakan produk tembakau baik elektronik maupun konvensional.
GYTS 2019 juga menemukan 18,8 persen siswa, 35,5 persen anak laki-laki, dan 2,9 persen anak perempuan saat ini merokok; masih ada 19,2 persen siswa, 38,3 persen anak laki-laki, dan 2,4 persen anak perempuan saat ini merokok konvensional. Sisanya ada 1,0 persen siswa, 1,4 persen anak laki-laki, dan 0,7 persen anak perempuan saat ini menggunakan produk tembakau lainnya.
Temuan tersebut menegaskan bahwa gerakan kaum muda memainkan peran penting dalam upaya pengendalian zat adiktif berupa produk tembakau.
Untuk itu, Petani Milenial Kabupaten Magelang Rayndra Syahdan Mahmudin menambahkan, kondisi saat ini memang memprihatikankan karena makin sedikit anak muda yang mau menjadi petani. Meski begitu, ancaman krisis iklim, kesenjangan ekonomi, sampai masalah kesehatan perlu menjadi motivasi anak muda untuk kembali bertani dan menjadi petani. Khususnya menyediakan pangan yang sehat dan bergizi ketimbang tembakau yang adiktif dan membawa risiko penyakit tidak menular (PTM).
Discussion about this post