Jakarta, Prohealth.id – Panduan hidup sehat memang mudah tetapi memerlukan kedisiplinan.
Untuk itu Eathink meluncurkan panduan hidup sehat bernama SELARAS yakni; Seimbang, Lokal, Alami, Beragam, Sadar.
Jaqualine Wijaya, CEO dan Co-founder Eathink, kebutuhan hidup sehat bernama SELARAS ini punya perbedaan yang signifikan. Menurutnya, panduan hidup sehat secara lokal bisa berjalan mudah dan relevan untuk masyarakat Indonesia. Sayangnya, panduan atau rekomendasi yang selama ini ada belum optimal.
“Ada celah yang kami temukan pada rekomendasi tersebut. Misalnya, panduan Isi Piringku dari Kemenkes, hanya membahas aspek kesehatan,” katanya melalui siaran pers, Kamis (16/1/2025).
Padahal, rekomendasi diet perlu mencakup berbagai aspek, termasuk keberlanjutan. SELARAS melengkapi rekomendasi diet dari Kemenkes dengan mempertimbangkan lingkungan. Sedangkan rekomendasi diet dari luar negeri sifatnya global.
“Kami mencoba membuat dalam konteks lokal sehingga lebih relevan dengan masyarakat Indonesia,” katanya.
Jaqualine menjelaskan tentang substansi Selaras, seperti saat makan tidak harus gizi lengkap dalam satu kali makan. Dalam aspek ini, Eathink mengacu pada prinsip Isi Piringku. Dalam satu piring, ada sayur dan buah, sementara setengahnya lagi sumber protein, karbohidrat, dan lemak. Hanya saja, dalam SELARAS, aspek ‘Seimbang’ lebih fleksibel.
Kelemahan makan bergizi sering kali karena orang ragu untuk menerapkan makan sehat. Masyarakat kerap berpikir kandungan gizi di setiap makan harus langsung lengkap.
“Tidak harus begitu, kok. Kita jangan lihat dari satu piring atau satu kali makan saja. Yang penting, kebutuhan gizi kita dalam satu hari terpenuhi dan kita bisa konsisten menerapkannya dalam jangka panjang,” kata Jaqualine.
Ia contohkan, jika pada siang hari Anda sudah menyantap nasi padang, maka snack sore sebaiknya bukan gorengan. Meskipun dalam nasi Padang biasanya sudah ada sayuran, jumlahnya masih kurang. Ia menyarankan untuk ngemil buah saja.
Panduan hidup sehat Selaras Eathink mendapat respon dari kalangan akademisi. Dionysius Subali, dosen Sport Nutrition di Fakultas Bioteknologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, berpendapat, SELARAS merupakan panduan yang unik serupa paket lengkap. Metode SELARAS ini tidak hanya mendorong kita mengonsumsi makanan sehat, tetapi juga memastikan prinsip keberlanjutan pangan.
“Bukan hanya memikirkan sehat untuk sekarang, tetapi juga sehat di masa depan. Dengan memikirkan aspek lingkungan, makanan sehat itu akan terus tersedia bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Khudori
Editor: Gloria Fransisca Katharina
Discussion about this post