Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengesahkan lebih dari 20 produk. Untuk itu pemerintah harus terus meningkatkan kualitas produk. Organisasi Riset Kesehatan (ORK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencoba mewujudkan hal tersebut.
Kepala ORK-BRIIN Indi Dharmayanti menyatakan pentingnya riset kolaborasi dan inovasi dalam mengembangkan obat-obatan dan obat tradisional. Ia menyampaikan hal ini saat membuka rapat kerja Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PR BBOOT) di Kompleks Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong pada Rabu (28/2/2024) lalu.
Tema rapat kerja; “Peran Riset dan Inovasi Bidang Bahan Baku Obat Dan Obat Tradisional Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Bangsa”. Harapannya dari rapat kerja ini dapat meningkatkan daya saing bangsa dalam industri kesehatan.
‘’Rapat kerja ini menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengembangan riset di bidang bahan baku obat dan obat tradisional,”ungkap Indi melalui siaran pers kepada Prohealth.id.
Kepala PRBBOOT BRIN, Sofa Fajriah, menyampaikan tujuan rapat kerja ini untuk mencapai target tahun 2024. Ia menyebut, pada tahun ini, PRBBOOT BRIN memiliki beberapa target, termasuk publikasi, paten, dana eksternal, purwarupa, dan kegiatan kerja sama.
Ada empat fokus utama PRBBOOT BRIN meliputi; obat bahan baku kimia, sediaan farmasi, obat tradisional, pengembangan kawasan riset untuk obat tradisional.
Harapannya tambah Sofa, melalui kegiatan ini PRBBOOT mendapatkan gagasan-gagasan baru, dan mengeksplorasi peluang kolaborasi. Melalui rapat kerja dapat merumuskan strategi menggerakkan sektor bahan baku obat-obatan menuju arah yang lebih baik.
PRBBOOT dan PT Deltomed Laboratories melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) sebagai imunostimulan produk herbal.
Menurut Sofa, PT Deltomed merupakan sebuah perusahaan farmasi yang berpengalaman lebih dari 40 tahun. Sehingga mutu dan keamanan produk terjamin karena telah melalui riset dan pengembangan oleh ahli farmasi terpercaya.
Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi
Discussion about this post