Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya menghadirkan rumah sakit lengkap berkualitas yang ramah disabilitas dan tahan gempa. Pembangunan umah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya, menyatakam aspek inklusivitas dan keselamatan menjadi prinsip utama dalam pembangunan rumah sakit, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang rawan bencana. Rumah sakit ini didesain ramah disabilitas, mulai dari akses ramp, pintu, dan kamar mandi yang lebih lebar, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Bangunan mengikuti standar tahan gempa hingga 8 skala Richter sesuai ketentuan Kementerian PUPR,” ujar Azhar dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Azhar menegaskan rumah sakit yang dibangun tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas dan keamanan layanan. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan bermartabat dalam kondisi apa pun.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan berjalan secara berkelanjutan. Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti menyampaikan pemerintah menyiapkan berbagai skema pemenuhan tenaga kesehatan, termasuk penugasan khusus, pemberian insentif, serta prioritas pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah.
“Pendekatan ini penting agar layanan kesehatan di rumah sakit yang dibangun dapat beroperasi optimal dan berkesinambungan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan kebencanaan,” ujarnya.
Seluruh rumah sakit yang dibangun melalui Program PHTC dipastikan melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah berharap kehadiran rumah sakit yang ramah disabilitas dan tahan gempa ini dapat memperkuat sistem kesehatan nasional serta menjamin hak seluruh warga negara untuk memperoleh layanan kesehatan yang inklusif dan aman.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pembangunan rumah sakit ini merupakan hasil Quick Win Presiden Prabowo. Pemerintah membangun rumah sakit lengkap berkualitas di 66 kabupaten/kota, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Budi Gunadi Sadikin menyatakan pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia. Ia menyatakan presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025.
“Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, sementara sisanya diharapkan rampung pada Maret–April,” ujar Budi dalam konferensi pers itu.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit, sehingga realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi.
“Ini namanya quick win. Kami ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar,” katanya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya, menjelaskan bahwa melalui Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit, Kemenkes mendorong peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
“Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya,” ujar Azhar.
Pada periode 2025–2026, pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dilaksanakan pada 66 lokus yang dibagi ke dalam enam batch pembangunan. Dari target 22 RSUD pada tahun 2025, sebanyak 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunan, dan 16 RSUD ditargetkan rampung serta siap diresmikan pada minggu keempat Februari 2026.
Sementara itu, pada tahun 2026, Kemenkes akan melanjutkan peningkatan kualitas rumah sakit di 20 kabupaten/kota lainnya. Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.
Selain pembangunan infrastruktur, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi lanjut, seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. Penguatan juga dilakukan pada aspek SDM kesehatan, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.
“Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah,” kata Azhar.

Discussion about this post