Jakarta, Prohealth.id, – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan penyebaran penyakit Mumps atau glondongan, cacar air, dan HFMD jadi potensi pandemi yang akan terjadi pada anak-anak di sekolah se-Indonesia.
Terlihat dalam rekam kasus cacar air sepanjang Agustus-Oktober di Jawa Timur ada 6718 kasus. Mayoritas penderita adalah anak-anak.
Penyebaran penyakit ini karena beberapa faktor. Salah satunya kondisi tidak berjalannya beberapa program vaksinasi, imunisasi. Hal ini karena pandemi Covid-19 lalu yang mengakibatkan program tertunda kepada anak-anak sekolah.
Menurut Irene Ratnadewi selaku Dokter Spesialis Anak yang fokus pada penanganan kesehatan anak menyebutkan ada beberapa faktor lain yang memperparah masalah penyakit infeksius pada anak. Misalnya; masalah sanitasi yang belum baik, serta hidup sehat di dalam keluarga.
“Lalu ada faktor cara penyajian makanan yang memakai tempat yang sama. Serta cuci tangan, dan makanan yang belum higienis” ujarnya saat webinar IDAI pada hari Selasa (12/11/2024) lalu.

Irene memaparkan mumps atau gelondongan, cacar air, dan HFMD mempunyai cara penyebaran yang hampir mirip. Umumnya menular lewat udara, sentuhan tangan, dan alat makan.
Ia mengatakan perlu mitigasi atas tiga penyakit pada anak. Caranya bisa beberapa hal, seperti; cuci tangan dan sanitasi baik. Jika ada anak yang sedang terkena flu harus segera isolasi. Selanjutnya melakukan jaga jarak, dan memakai masker. Selain itu melakukan vaksinasi dan menjaga asupan nutrisi. Vitamin selalu menang karena mempengaruhi daya tahan tubuh. Namun jika asupan nutrisi anak kurang, maka daya tahan tubuh anak tidak optimal.
“Walau inkubasi penyakit seperti Mumps atau glendongan 3 minggu, tapi jika mendapat vaksin bisa menambah kekebalannya sampai 2 minggu,” tutupnya.
Penulis: Khudori
Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi
Discussion about this post