Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Pesawat dari Jakarta Dicurigai Menularkan Campak ke Australia Barat

Karena kasusnya datang dengan pesawat dari Jakarta maka perlu kewaspadaan di dalam negeri.

by Admin
Sunday, 22 February 2026
A A
Pandemi Mulai Terkendali, Imunisasi Campak Harus Dikejar

Ilustrasi campak. (Sumber: Kementerian Kesehatan/2023)

Otoritas kesehatan Australia Barat, Director of Communicable Disease Control Directorate, di Perth mengeluarkan kewaspadaan campak atau measles allert untuk warganya pada 12 Februari 2026. Dari dua kasus campak baru terdeteksi di Perth, Australia Barat, disebutkan bahwa penerbangan Batik Air dari Jakarta teridentifikasi sebagai salah satu lokasi paparan (exposure site) atau sumber penularnya.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama menyatakan secara jelas kewaspadaan itu menyebutkan penerbangan Batik Air Flight ID6080 dari Jakarta 7 Februari 2026 dan sampai ke Perth pada 8 Februari 2026. Kewaspadaan itu menybutkan juga yang perlu diwaspadai adalah situasi di Bandara Perth Terminal 1 pada 8 Februari 2026 antara pukul 00.40 sampai 01.30.

BacaJuga

Kekerasan Jurnalis Meroket di Rezim Prabowo-Gibran, KKJ Jateng-DIY Dibentuk

PR2Media Kecam Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media dan Ruang Digital

“Artinya, mereka yang ada dalam pesawat Batik Air itu punya risiko kontak dengan kasus campak dari negara kita, dan juga mereka yang ada di Bandara Perth dalam waktu pesawat Batik Air itu mendarat,” kata Adjunct Professor Griffith University ini.

Dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini mengatakan ada 3 hal yang dapat diambil dari kejadian ini. Pertama, bagaimana otoritas kesehatan Australia dengan sangat rinci menelusuri perjalanan penyakit yang masuk negaranya sehingga identifikasi kasus dapat dengan cermat dilakukan.

Kedua, informasi kepada warga juga amat rinci tentang kemungkinan penularan, baik tempat maupun waktunya sampai ke menitnya. Dua hal ini tentu dapat jadi benchmark untuk penyelidikan epidemiologik yang amat baik.

“Otoritas kesehatan Australia Barat juga menyebutkan mereka akan melakukan monitoring sampai 26 Februari 2026, sesuai masa inkubasi dan perjalanan penyakit ini,” kata Tjandra.

Ketiga, karena kasusnya datang dengan pesawat dari Jakarta maka perlu kewaspadaan di dalam negeri. Di mana kasus itu tinggal atau bekerja dan bagaimana status imunisasi campaknya. Apakah ada penularan di sekitarnya di Indonesia, dan lainnya.

“Semoga kewaspadaan yang diangkat di measles allert Australia Barat juga memacu program pengendalian penyakit campak dan penyakit menular di negara kita,” ucap Tjandra.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.