Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Skandal Pakar ‘Independen’ Melobi Israel tentang Vape dan Dibayar Ribuan Dolar

Seorang dokter Yunani yang banyak mempelajari nikotin dibayar oleh Juul untuk melobi demi menentang peraturan vaping Israel. Dia tidak mengungkapkan adanya bayaran ini dalam penelitiannya.

by Sunu Dyantoro
Friday, 20 March 2026
A A
Skandal Pakar ‘Independen’ Melobi Israel tentang Vape dan Dibayar Ribuan Dolar

Peneliti nikotin terkemuka yang selalu menyatakan independen dari industri dibayar oleh raksasa rokok elektrik Juul. Peneliti ini dapat tugas melobi kementerian kesehatan Israel perihal larangan rokok elektrik berkadar nikotin tinggi.

Ahli jantung asal Yunani, Konstantinos Farsalinos, dibayar 7.000 euro (sekitar $8.100) atau seekitar Rp137 juta oleh Juul melalui perusahaan yang ia miliki bersama. Informasi ini berdasarkan email Juul yang ditinjau oleh The Examination, Le Monde, dan Reporters United.

BacaJuga

Toleransi dalam Nyepi dan Idul Fitri

Bos Djarum Meninggal, Pernah Kena Penyakit Paru Kronis dan Jantung

Juul adalah perangkat rokok elektrik (vape) berbentuk ringkas seperti USB flash drive. Vape ini menggunakan teknologi garam nikotin. Kandungan nikotin tinggi berpotensi menyebabkan kecanduan lebih cepat dan berisiko menyebabkan iritasi paru-paru.

Sebagai imbalannya, Farsalinos menghadiri pertemuan, pada Juli 2018, dengan kementerian kesehatan Israel untuk menentang usulan larangan rokok elektrik berkadar nikotin tinggi. Juul baru-baru ini meluncurkan kartrid rokok elektrik berkadar nikotin tinggi di Israel setelah sukses di Amerika Serikat, meski ada kritik produk ini mendorong epidemi penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja.

Penerbangan kelas bisnis dan akomodasi hotel Farsalinos untuk perjalanan ke Israel juga didanai oleh Juul. Namun, ia memperkenalkan diri kepada pejabat pemerintah sebagai peneliti independen.

Farsalinos tidak mengungkapkan adanya pembayaran ini ke jurnal ilmiah yang menerbitkan penelitiannya tentang vaping atau nikotin. Padahal, jurnal-jurnal itu mensyaratkan adanya pengungkapan terbuka.

Setelah dihubungi oleh The Examination dan mitranya, satu jurnal dan tiga perusahaan penerbit jurnal meluncurkan investigasi atas kurangnya pengungkapan tersebut.

Dalam pernyataan tertulis kepada The Examination dan mitranya, Farsalinos membantah bertindak atas nama Juul atau perusahaan mana pun. Ia mengatakan telah menjelaskan kepada Juul dan pejabat Israel bahwa ia berbicara sebagai ahli independen. Ia menggambarkan pertemuan itu sebagai “diskusi jujur ​​yang menyajikan bukti ilmiah,” bukan lobi.

Farsalinos mengatakan ia dibayar berkaitan dengan waktunya yang tersita. Termasuk “meninggalkan” keluarganya di tengah musim panas. Ia berpendapat duit itu tidak merupakan konflik kepentingan. Alasannya, ia tidak pernah melakukan penelitian tentang produk Juul, tidak pernah mewakili perusahaan itu, dan tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan perusahaan tersebut.

Namun, para ahli sejarah sains dan penelitian akademis mengatakan kepada The Examination bahwa adanya bayaran semacam itu harus diungkapkan. Jurnal-jurnal mewajibkan para peneliti untuk mengisi deklarasi konflik kepentingan agar pembaca dapat menilai potensi bias. Hal ini sangat penting di saat risiko kesehatan vape masih diperdebatkan dan miliaran dolar keuntungan dipertaruhkan.

“Tidak ada perusak integritas akademis yang lebih besar daripada industri nikotin,” kata Robert N. Proctor, seorang profesor sejarah sains di Universitas Stanford. Tidak mungkin untuk mempertahankan independensi sambil menerima uang dari industri, katanya. Buat dia, regulator akan lebih skeptis terhadap pandangan para ahli jika mereka mengetahui adanya bayaran duit dari industri.

Industri tidak membayar sembarang orang, katanya: “Mereka memberikannya kepada pihak-pihak yang pro-nikotin.”

Sebagai pendukung terkemuka “pengurangan bahaya tembakau,” Farsalinos mempromosikan strategi kesehatan masyarakat berdasarkan pengalihan perokok ke produk nikotin lain seperti vape.

Seiring industri tembakau berkembang di luar rokok, perusahaan seperti Philip Morris International dan British American Tobacco telah mengembangkan strategi pemasaran dan lobi. Industri memposisikan produk mereka sebagai alat pengurangan bahaya.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa perusahaan tembakau telah memanfaatkan “pengurangan bahaya” untuk menjerat generasi baru pada nikotin seiring penurunan penjualan rokok secara global. Angka terbaru WHO menunjukkan lebih dari 15 juta anak berusia 13 hingga 15 tahun di seluruh dunia menggunakan vape.

Nikotin, yang terdapat dalam cairan vape, sangat adiktif. Nikotin berkaitan errat dengan peningkatan risiko serangan jantung dan kerusakan pada perkembangan otak remaja.

Metode berhenti merokok lainnya, seperti obat resep varenicline dan bupropion, efektif dan tidak memiliki beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan produk nikotin.

Belakangan, Farsalinos melobi untuk menentang regulasi rokok elektrik di Uni Eropa. Pada September lalu, ia membantu mengorganisir surat yang ditandatangani oleh 83 ahli kesehatan dan pendukung pengurangan dampak buruk. Mereka mendesak Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk mempertimbangkan kembali proposal yang mewajibkan semua negara Uni Eropa mengenakan pajak minimum pada cairan vape.

Farsalinos telah menerbitkan lebih dari 100 studi akademis. Terutama penerbitan tentang vaping dan nikotin. Beberapa di antaranya telah digunakan oleh industri vaping untuk mempromosikan produknya dan melawan regulasi.

Selama pandemi virus corona pada tahun 2020, ia menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa nikotin mungkin melindungi dari COVID-19 yang parah. Meski studi ini menjadi berita utama di seluruh dunia, penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa merokok sebenarnya meningkatkan risiko penyakit parah dan kematian akibat COVID-19. Hakim mengutip studi Farsalinos ketika memutuskan mendukung British American Tobacco dalam sengketa hukum atas larangan merokok selama pandemi di Afrika Selatan.

Farsalinos mengatakan kepada media bahwa ia tidak pernah melakukan pekerjaan advokasi untuk industri dan tidak menerima uang dari industri tersebut. Sebelumnya, ia menggambarkan investigasi Le Monde tentang hubungannya dengan industri vaping sebagai “perburuan penyihir.”

Dibayar 7.000 euro untuk tampil sebagai pakar independen

Email yang menjelaskan transaksi Farsalinos dengan Juul terkubur dalam tumpukan dokumen, yang dirilis sebagai bagian dari perjanjian penyelesaian antara perusahaan dan beberapa negara bagian AS serta Distrik Columbia. Dokumen-dokumen ini diposting secara online di Perpustakaan Dokumen Industri di Universitas California, San Francisco.

Juul menghubungi Farsalinos pada Juni 2018. Perusahaan ini memintanya untuk hadir di hadapan Kementerian Kesehatan Israel di Yerusalem. Keterangan ini terungkap dalam sebuah email. Mengingat epidemi penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja di AS, pemerintah Israel sedang mempertimbangkan untuk melarang rokok elektrik dengan konsentrasi nikotin 59 mg/ml. Juul diizinkan untuk menjual rokok elektrik dengan konsentrasi itu di AS. Sementara, batas Uni Eropa adalah 20 mg/ml.

Uni Eropa telah menggunakan beberapa penelitian Farsalinos untuk membenarkan pembatasan ini. Farsalinos kemudian menulis surat kepada Komisi Eropa, dengan alasan temuannya telah disalahartikan.

Farsalinos menanggapi sehari kemudian dengan pertanyaan tentang ketentuan kesepakatan ini. “Mohon klarifikasi apakah Anda ingin saya berpartisipasi dalam pertemuan ini sebagai perwakilan Juul yang terdaftar atau sebagai ahli independen eksternal berdasarkan pengalaman penelitian saya tentang masalah ini,” tulisnya.

Karyawan Juul menanggapi dan mengatakan bahwa perusahaan “akan menghargai dukungan Anda” dengan menjelaskan mengapa batasan nikotin Uni Eropa “salah.” Farsalinos mengulangi pertanyaannya tentang persyaratan tersebut dan meringkas argumen menentang batasan nikotin. “Batasan tersebut mencegah perokok beralih ke vape atau memaksa mereka untuk mengonsumsi lebih banyak cairan vape untuk mendapatkan efek nikotin yang sama,” katanya.

Dalam email selanjutnya, seorang karyawan Juul berterima kasih kepada Farsalinos karena telah berbicara tentang kesepakatan tersebut dan meminta proposal. Farsalinos mengirimkan tawarannya: “honorarium” sebesar 7.000 euro, penerbangan kelas bisnis, akomodasi hotel, dan transportasi. Juul menyetujui persyaratannya.

Dokter Yunani ini kemudian meminta pembayaran melalui “perusahaan konsultan Siprus” bernama Merescon Limited dan meminta Juul untuk membuat “perjanjian konsultasi singkat.”

Farsalinos hadir dalam sidang dengar pendapat bersama Kementerian Kesehatan Israel pada 5 Juli 2018, bersama dengan salah satu pendiri dan kepala teknologi Juul, Adam Bowen, dan staf di divisi urusan ilmiah perusahaan dan operasi Israel.

Farsalinos menampilkan dirinya sebagai ahli independen saat ia berargumen menentang larangan vape dengan kadar nikotin tinggi. Salah satu slide presentasinya bertuliskan, “Saya tidak mewakili Juul atau perusahaan lain mana pun.” Presentasinya menyatakan bahwa batasan Uni Eropa “tidak tepat” karena mengurangi potensi rokok elektrik sebagai alat untuk berhenti merokok.

Pertemuan tersebut terbukti tidak berhasil; pemerintah Israel memberlakukan larangan terhadap vape dengan kadar nikotin tinggi pada Agustus 2018.

Pembayaran tidak diungkapkan pada jurnal penelitian

Juul ​​menerima faktur dari Merescon Limited tiga hari setelah perjalanan Farsalinos. Pembayaran dilakukan segera setelah itu, menurut lembar akuntansi Juul.

Pembayaran semacam itu harus diungkapkan kepada jurnal akademik ketika para peneliti mengirimkan makalah untuk publikasi. Jurnal biasanya mensyaratkan pengungkapan apa pun yang dapat memengaruhi pekerjaan mereka, seperti pendanaan penelitian atau konsultasi, dalam tiga tahun sebelumnya.

Dalam tiga tahun setelah dibayar oleh Juul, Farsalinos menerbitkan setidaknya 18 makalah di jurnal seperti Internal and Emergency Medicine, Toxics, dan Nicotine & Tobacco Research.

Setelah diberitahu tentang Forsalinos dibayar JUUL, jurnal-jurnal itu atau perusahaan penerbitannya — Elsevier, Springer Nature, dan MDPI — mengatakan mereka akan menyelidiki. “Kami menanggapi semua kekhawatiran mengenai masalah integritas penelitian — termasuk potensi konflik kepentingan — dengan sangat serius,” tulis juru bicara Springer Nature dalam sebuah email.

Farsalinos mengatakan kepada The Examination bahwa penelitiannya independen selama beberapa tahun. Dia mengatakan menerima beberapa dana dari asosiasi nirlaba pada tahun 2013 dan 2015 dan mengungkapkannya beberapa tahun setelahnya.

‘Saya pikir kita memiliki visi yang sama’

Menurut dokumen Juul, Farsalinos dan Juul terlibat dalam negosiasi bisnis sebelum perjalanan ke Israel. Pada Maret 2018, Juul mendekati Farsalinos untuk menawarkan pekerjaan di perusahaan itu, seperti yang terungkap dalam email. Dalam sebuah email yang dikirim sekitar waktu itu, seorang eksekutif Juul memberi tahu seorang kolega bahwa dokter Yunani itu sedang “secara aktif didekati oleh perusahaan tembakau besar.”

Farsalinos menerima tawaran pekerjaan dari Juul. “Saya pikir kita memiliki visi dan tujuan yang sama, yang merupakan prasyarat mutlak untuk setiap potensi kolaborasi,” tulisnya kepada wakil presiden perusahaan untuk urusan regulasi dan klinis.

Dalam negosiasi dengan seorang karyawan sumber daya manusia Juul, Farsalinos meminta gaji penuh waktu sebesar 300.000 euro ($350.000) atau sekitar Rp5,9 miliar per tahun.

Ia juga mengajukan proposal alternatif bahwa ia akan mendapatkan 200.000 euro (230.000 dolar AS) atau Rp3,8 miliar tapi akan melanjutkan penelitian yang tidak “spesifik produk,” serta advokasi dan pengajaran kesehatan masyarakat di universitas. Pengaturan ini mengharuskan pembayaran melalui perusahaan konsultannya, yang menurut Farsalinos dalam email tersebut adalah untuk “alasan pajak.”

Farsalinos meyakinkan Juul bahwa penelitian eksternalnya tidak akan mengganggu pekerjaannya untuk Juul. “Harap dicatat bahwa ada seluruh tim di balik kegiatan penelitian ini… jadi pada dasarnya saya memberikan panduan dan ide, dan saya tidak menghabiskan waktu untuk melakukan studi,” tulisnya.

Ia bertemu dengan regulator di seluruh dunia, tulisnya, dan beberapa penelitiannya berfokus pada negara-negara di mana rokok elektrik menghadapi masalah. Untuk satu studi, tulisnya, ia mensurvei para pengguna rokok elektrik di AS, yang sedang mempertimbangkan pembatasan pada rokok elektrik rasa buah. Pada tahun 2020, AS melarang kartrid rokok elektrik isi ulang rasa buah, seperti yang dijual oleh Juul.

“Saya pikir semua kontak saya (Sekolah Kesehatan Masyarakat Nasional, Universitas Patras, dll.) akan sangat berharga bagi Juul, karena kita dapat menciptakan dan mengkoordinasikan beberapa proyek dengan potensi besar,” tulisnya.

Menurut email-email itu, tampaknya tidak ada hasil dari negosiasi ini. Setelah diberitahu tentang proposal Farsalinos untuk bekerja di Juul dan melanjutkan aktivitasnya yang lain, seorang eksekutif perusahaan menulis, “mari kita lanjutkan.”

Ketika ditanya tentang hubungan Juul dengan Farsalinos, juru bicara Juul mengatakan hubungan ini terjadi sebelum tahun 2019. Saat itu perusahaan “berupaya secara sadar untuk memperbaiki hubungannya dengan para pemangku kepentingan.” Perusahaan ini fokus pada “mendapatkan kembali kepercayaan” dengan “bekerja sama dan transparan dengan regulator, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan utama” untuk memajukan misinya dalam mengalihkan perokok ke vape.

Perusahaan yang dibayar Juul, Merescon, mendeskripsikan dirinya di situs webnya sebagai perusahaan “layanan penelitian & konsultasi medis” dengan “keahlian dalam penelitian kesehatan masyarakat.” Mereka mencantumkan layanan termasuk pengujian analitik, survei populasi, dan penilaian regulasi.

Setelah ada pertanyaan dari The Examination dan mitranya, layanan-layanan itu dihapus dari situs web. Dokumen pendaftaran Merescon di Siprus menunjukkan perusahaan ini dimiliki bersama oleh Farsalinos dan Sophia Iliopoulou, seorang reporter televisi Yunani dengan acara kesehatannya sendiri dan ibu dari anaknya. Iliopoulou tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi Farsalinos mengatakan dia “tidak terlibat dalam pengurangan bahaya merokok atau tembakau.”

Catatan menunjukkan perusahaan mereka ini telah menghasilkan pendapatan sebesar 837.362 euro (hampir $1 juta) atau Rp16,9 miliar sejak didirikan pada awal tahun 2017.

Farsalinos mengatakan kepada The Examination dan para mitranya bahwa ia mendirikan Merescon untuk “berbagai kegiatan bisnis” yang “tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ilmiah, penelitian, dan pengurangan dampak buruknya.” Ini termasuk kegiatan bisnis dan keuangan dirinya dan keluarganya, serta Iliopoulou dan keluarganya, katanya. Farsalinos menambahkan bahwa perusahaan ini memiliki “pembayaran dan biaya keluar yang besar.”

Banyak bisnis yang didirikan di Siprus karena tarif pajaknya yang menguntungkan. Tapi Farsalinos mengatakan perusahaan ini didirikan di sana untuk melindungi diri dari “gejolak keuangan dan perbankan Yunani.” Ia mengatakan kepada The Examination bahwa perusahaan itu “mematuhi semua hukum yang berlaku.”

Artikel ini terbit di The Examination bekerja sama dengan Le Monde dan Reporters United, organisasi nirlaba Yunani.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.