Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Survei Membuktikan Kampus di Indonesia Belum Ramah Disabilitas

Di berbagai fasilitas kampus masih ditemui tangga curam tanpa lift, toilet sempit, hingga gedung bertingkat yang mustahil diakses kursi roda.

by Admin
Tuesday, 10 February 2026
A A
RUU KESEHATAN: Terlanjur Disahkan, Isu Disabilitas Kembali Terabaikan

Penyandang disabilitas netra. (Sumber foto: Canva/2023)

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan University of Nottingham, Inggris melakukan survei terhadap 59 dosen penyandang disabilitas dari 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Hasil survei ini cukup mencengangkan sebab hampir semua kampus belum ramah bagi dosen penyandang disabilitas.

Kampus-kampus tempat mereka bekerja masih jauh dari kata ramah untuk disabilitas. Di berbagai fasilitas kampus masih ditemui tangga curam tanpa lift, toilet sempit, hingga gedung bertingkat yang mustahil diakses kursi roda.

BacaJuga

DPR: Layanan PBI BPJS Kesehatan Tetap Aktif

Guru Harus Aman Mengajar, Siswa Terlindungi, dan Hentikan Kekerasan di Sekolah

Mengutip laman UGM, ada juga temuan kisah dosen disabilitas netra yang tidak dapat berbuat apa-apa saat harus mengisi borang administrasi atau laporan kinerja. Sebab, aplikasinya tidak bisa dibaca oleh screen reader. Ada juga kisah dosen dengan hambatan dengar yang merasa asing di rapat jurusan karena tak paham apa yang dibicarakan rekan-rekannya, lalu perlahan menarik diri.

Ketua Unit Layanan Disabilitas UGM, Wuri Handayani, selaku Ketua Tim Peneliti menyatakan survei ini menemukan banyak dosen penyandang disabilitas mengalami kecemasan berlebih, mood naik-turun, hingga kelelahan berpikir. “Kondisi ini bukan karena mereka malas, tapi energi mereka habis untuk menaklukkan hambatan lingkungan sebelum sempat mengajar,” ujar Wuri di Kampus UGM, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Wuri, dampak kondisi kampus yang tidak ramah untuk dosen disabilitas ini cukup mempengaruhi produktivitas dan perjalanan karier akademik. Sebab, tidak sedikit dosen penyandang disabilitas merasa rendah rasa percaya diri, dan merasa tertinggal dari rekan lain yang tubuhnya nondisabilitas. “Pada akhirnya apa, mereka takut bermimpi naik jabatan, hingga ragu untuk lanjut sekolah S3,” ucapnya.

Dengang kondisi kampus yang belum ramah disabilitas ini, menurut Wuri, menjadikan dosen mengalami hambatan dalam memenuhi target dan tuntutan untuk mengajar, meneliti, dan mengabdi. Di ruang kelas, misalnya, dosen dengan keterbatasan mobilitas atau wicara sering mengalami kecemasan luar biasa saat menghadapi kelas besar.

Belum lagi jika dosen disabilitas mendapatkan jadwal kuliah yang diubah secara mendadak. Hal ini menjadikan dosen disabilitas merombak total rencana transportasi dan pendampingan yang sudah disusun rapi.

Wuri menyatakan, situasi kian buruk saat ada kegiatan konferensi ke luar kota yang melibatkan mereka. Kegiatan yang seharusnya jadi ajang pamer karya, malah menjadi mimpi buruk soal transportasi.

“Mereka pun berpikir keras dan bertanya soal transportasinya bagaimana? Penginapannya ramah kursi roda tidak? Siapa yang mendampingi?” ucap Wuri.

Pertanyaan-pertanyaan itu, kata dia, sering membuat mereka memilih mundur. Belum lagi urusan dana hibah riset yang formulirnya rumit setengah mati dan seringi tidak aksesibel. Akhirnya, kata dia, banyak ide brilian terkubur hanya karena birokrasi yang kaku.

Hasil dari survei ini, kata Wuri, dibahas dalam forum strategis yang didanai oleh British Council melalui skema Going Global Partnership 2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Tara, Yogyakarta selama 2 hari, 4-5 Februari 2026 lalu.

Di bawah program bertajuk Shining a Light on Unheard Voices of Disabled Researchers (SHINE), Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan University of Nottingham, Inggris, menggelar forum ini. Kegiatan ini menjadi media mengungkap fakta tersembunyi mengenai hambatan yang dihadapi dosen disabilitas di institusi pendidikan tinggi.

Pada puncak kegiatan ini, sebanyak 16 dosen disabilitas menyepakati terbentuknya wadah perjuangan bersama bernama Asosiasi Dosen Disabilitas Indonesia (ADDI). Ini berangkat dari banyaknya hambatan yang dialami menjadi latar belakang kuat bagi mereka harus berjejaring dan membentuk sebuah asosiasi.

“Harapannya melalui asosiasi yang dibangun dapat lebih mendorong kebijakan inklusif kepada pemerintah dan kampus. Mereka ingin memastikan ada akomodasi yang layak,” tutur Wuri.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro, menyambut baik terbentuknya Asosiasi Dosen Disabilitas Indonesia (ADDI). Hadir dan membuka forum tersebut, ia kembali menegaskan komitmen institusi yang tidak ingin inklusivitas sekadar berhenti di jargon.

Ia menekankan langkah konkret yang seharusnya di lakukan kampus-kampus perihal berbagai fasilitas atau audit aksesibilitas di setiap fakultas. Semua ini guna memastikan lingkungan belajar yang bebas hambatan, baik bagi mahasiswa maupun dosen.

Wening menyatakan, langkah ini tak hanya soal fisik. Namun juga pentingnya memperkuat aspek berjejaring antar perguruan tinggi, khususnya dosen sebagai pilar akademisi kampus.

“Saya sungguh berharap rekomendasi riset dan lokakarya ini tidak hanya menjadi dokumen di atas meja, melainkan dapat dijadikan refleksi terhadap perubahan yang komprehensif di universitas-universitas di Indonesia,” kata dia.

 

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.