Langsung ke konten
Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli

Topik

Prohealth.id

Gagal Kendalikan Tembakau, Bisnis Rokok Merajarela

Gagal Kendalikan Tembakau, Bisnis Rokok Merajarela

Tiga batang rokok terbungkus rapi dalam plastik es lilin. Dewi cukup merogoh uang Rp5.000 untuk menebusnya di warung. Dia mengapit ujung plastik dengan jari tengah dan telunjuk kiri. Sedang telapak tangan kanannya menggenggam uang kembalian Rp500 dari si pemilik warung. Sejak usia 12 tahun, Dewi mengisap rokok bersama teman-teman sebaya. Teman-teman putih birunya juga tak segan menggilir sebatang rokok. Kadang, dia meminta uang sekolah lebih kepada orang tua mengisap candu rokoknya. “Saya merokok sejak SMP. Ketahuannya, ketika saya sudah kerja dan langsung diomelin orang tua. Kalau kerja bisa hisap 3 bungkus rokok sehari, tetapi sekarang jadi ibu rumah tangga hanya sebungkus sehari, belinya eceran saja,” ungkapnya. Dewi sempat berhenti merokok saat mengandung anak pertama dan kedua. Kini Dewi berusia 30 tahun. Suaminya, Rio juga perokok aktif yang bekerja sebagai buruh taman serabutan. Dewi dan suaminya rela tak sarapan atau makan siang, asal ada rokok yang diisap saat matahari mulai bersinar. Bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilan suami Dewi jelas tak menentu. Bila bekerja sebagai buruh harian, uang yang dikantongi senilai Rp150.000… Baca selengkapnya

AdminEkonomi