Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Toleransi dalam Nyepi dan Idul Fitri

by Admin
Friday, 20 March 2026
A A
Toleransi dalam Nyepi dan Idul Fitri

Ada yang unik di balik perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Kedua hari besar agama umat Hindu dan Islam ini berlangsung beriringan. Nyepi jatuh pada Kamis, 19 Maret 2023, dan Idul Fitri dirayakan sebagian umat Islam pada Jumat, 20 Maret 2026, dan mayoritas di Indnesia pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Fakta ini menjadi menarik, seiring dengan keragaman dan nilai toleransi yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Listiyono Santoso menyatakan masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup secara heterogen.

BacaJuga

Bos Djarum Meninggal, Pernah Kena Penyakit Paru Kronis dan Jantung

Koalisi Masyarakat Sipil: Adili Pelaku dan Aktor Intelektual Penyerang Andrie di Peradilan Umum

“Adanya perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri secara berdekatan di antara umat beragama Indonesia merupakan hal yang sudah terbiasa terjadi. Hal ini sudah lama mendapat sambutan baik di kalangan masyarakat Indonesia yang memang sejak awal sudah hidup dengan beragam perbedaan,” ungkapnya.

Pertemuan-pertemuan dalam konteks kebudayaan turut menjadi faktor utama dalam peristiwa ini. Merangkum penuturannya, perbedaan agama bukan menjadi masalah yang serius dalam lingkup negara Bhinneka

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur itu juga mengajak masyarakat kembali menilik nilai dan makna toleransi. Toleransi berasal dari kata tolerare yang berarti sikap sabar dan menahan diri. Dalam perkembangannya, toleransi dimaknai sebagai sikap untuk saling menghargai dan memberikan ruang yang sama bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda.

Ia juga menekankan sikap toleransi dapat dicermati dengan memberikan ruang aman bagi orang dengan keyakinan berbeda untuk merayakan keyakinannya. Keyakinan dalam beragama itu dilindungi oleh konstitusi.

“Maka negara menjamin setiap masing-masing untuk beribadah dengan aman dan setiap orang tidak boleh mengganggu proses ibadah masing-masing agama tersebut,” ujar Wakil Dekan II FIB itu.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=ZF-vfVos47A
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.