• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Peneliti IPB Temukan Potensi Kangkang Katup sebagai Antidiabetes dan Antioksidan

by Admin
Kamis, 2 April 2026
A A
November Jadi Bulan Diabetes Sedunia, Ini Fakta yang Wajib Diketahui

Diabetes berhubungan dengan komplikasi pada organ tubuh (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa) Sumber Foto: ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa.

Peneliti IPB University menemukan potensi tanaman kangkang katup (Phanera semibifida) sebagai antidiabetes dan antioksidan. Riset ini masuk dalam 117 Inovasi Indonesia yang dirilis Business Innovation Center (BIC) tahun 2025.

Tim peneliti yang terlibat dalam inovasi ini adalah Meyla Suhendra, Berry Juliandi, Huda Darusman, Siti Sa’diah, dan Fitmawati.

BacaJuga

Konferensi Tingkat Tinggi Obesitas Global Digelar di Madrid

British American Tobacco Gemborkan Antipenyelundupan, Peneliti: Hanya untuk Tingkatkan Keuntungan

Kangkang katup merupakan tanaman yang belum dibudidayakan secara luas. Namun, masyarakat di Kepulauan Lingga telah lama memanfaatkannya sebagai bahan utama minuman herbal pahit yang dipercaya berkhasiat menjaga kesehatan, termasuk memberikan efek awet muda dan umur panjang.

Berry Juliandi menjelaskan, inovasi ini memanfaatkan ekstrak batang kangkang katup yang mengandung senyawa polifenol. Senyawa ini berfungsi menghambat enzim α-glukosidase, sehingga mampu menekan kadar glukosa darah (antihiperglikemik) sekaligus berperan sebagai antioksidan, khususnya bagi penderita prediabetes dan diabetes tipe 2.

“Berdasarkan analisis in vitro dan in vivo, ekstrak batang kangkang katup terbukti efektif menurunkan kadar glukosa darah dan aman pada uji toksisitas akut,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi ini berpotensi dikembangkan menjadi obat herbal terstandar berbasis sumber daya alam lokal untuk terapi antihiperglikemia. Selain itu, ekstraknya juga berpeluang dimanfaatkan sebagai antioksidan alami guna mencegah stres oksidatif pada penderita diabetes.

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan jumlah penderita yang terus meningkat secara global. Pada 2024, tercatat sekitar 589 juta orang di dunia mengidap diabetes. Indonesia termasuk dalam lima negara dengan jumlah penderita tertinggi, yakni mencapai 20,4 juta orang.

Selama ini, terapi diabetes umumnya menggunakan obat-obatan kimia yang berpotensi menimbulkan efek samping seiring peningkatan penggunaannya. Kondisi tersebut mendorong pengembangan alternatif pengobatan berbasis herbal yang efektif dan minim efek samping, seperti yang ditawarkan melalui inovasi kangkang katup ini.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Konferensi Tingkat Tinggi Obesitas Global Digelar di Madrid
  • Karhutla Ancam Krisis Ekologis Global, Dorong Restorasi Berbasis Sains
  • Sugiono dan Raja Juli Kucurkan Bantuan Penanganan Karhutla Rp1,235 Triliun, Ini Janjinya
  • Hujan Mulai Mengguyur, Pemerintah Klaim Hotspot Turun
  • British American Tobacco Gemborkan Antipenyelundupan, Peneliti: Hanya untuk Tingkatkan Keuntungan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.