• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Prosedur yang Sama

Perubahan ukuran kacamata yang cepat, pandangan berbayang, serta silau atau halo yang semakin mengganggu dapat menjadi tanda irregularitas maupun penyakit kornea.

by Prohealth
Kamis, 30 Juli 2026
A A
Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Prosedur yang Sama

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sedikitnya 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jauh. Sedikitnya 1 miliar dari kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah atau belum mendapatkan penanganan. Gangguan refraksi dan katarak menjadi dua penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan secara global. Dampaknya juga meluas terhadap produktivitas, dengan estimasi kerugian ekonomi sekitar US$411 miliar per tahun.

Kacamata bekerja dengan membelokkan cahaya dari luar mata agar penglihatan menjadi lebih jelas, tetapi tidak mengubah maupun memperkuat struktur kornea. Pada gangguan refraksi yang stabil, kacamata tetap menjadi pilihan koreksi yang aman dan efektif. Namun, jika terdapat penyakit kornea progresif, mengganti kacamata berulang kali tidak akan menghentikan perubahan struktur yang sedang berlangsung.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Sharita R. Siregar, Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Head of Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), menjelaskan, “Perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan kelainan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder,” katanya.

Pada astigmatisme reguler, kata dia, kelengkungan kornea masih berpola teratur dan umumnya dapat dikoreksi dengan kacamata. Sementara pada astigmatisme tidak teratur, cahaya dapat tersebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, dan halo.

Ia mengatakan kemajuan teknologi menyediakan beragam pilihan koreksi dan penanganan, tetapi tidak ada satu prosedur yang sesuai untuk semua mata. Pemilihan tindakan perlu didasarkan pada jenis gangguan refraksi, ketebalan dan bentuk kornea, stabilitas ukuran kacamata, kesehatan permukaan mata, serta anatomi mata secara keseluruhan.

LASIK bekerja dengan membentuk lapisan tipis atau flap pada kornea menggunakan laser femtosecond. Flap tersebut dibuka untuk memberikan akses ke lapisan stroma. Selanjutnya, laser excimer membentuk ulang kornea berdasarkan ukuran minus, plus, atau silinder pasien. Setelah koreksi selesai, flap dikembalikan ke posisi semula dan dapat menempel tanpa jahitan.

Sementara itu, SMILE Pro merupakan prosedur flapless yang tidak membutuhkan pembentukan flap kornea seperti pada LASIK. Laser femtosecond membentuk lapisan jaringan sangat tipis atau lenticule di dalam kornea. Lenticule tersebut kemudian dikeluarkan melalui sayatan mikro sekitar 2–4 milimeter untuk mengubah kelengkungan kornea sesuai kebutuhan koreksi pasien.

Tags: kesehatan matakornealaserWHO
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.