• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

25 Program Studi Dokter Spesialis Hospital-Based Dibuka

Sejak di luncurkan tahun 2024, Prodi PPDS RSPPU telah diselenggarakan di 6 rumah sakit. Dengan diluncurkan 25 prodi baru di tahap 1 2026, maka total sudah ada 31 prodi PPDS RSPPU.

by Prohealth
Selasa, 1 September 2026
A A
RUU KESEHATAN: CISDI Desak Ruang Partisipasi Publik Ditingkatkan

Dokter konsultasi kepada pengacara. (Sumber foto: Siaran pers Kementerian Kesehatan/2023)

Pemerintah terbitkan izin operasional bagi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (hospital-based) sebagai afirmasi untuk para dokter di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Kebijakan strategis ini disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurrahman seusai rapat Rapat Tingkat Menteri di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, pada Senin (31/8).

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Program PPDS Hospital Based atau yang biasa disebut PPDS yang diselenggarakan di RS Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menutup gap signifikan sekitar 65.000 dokter spesialis di Indonesia. Ini sekaligus meratakan akses layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Sejak di luncurkan tahun 2024, Prodi PPDS RSPPU telah diselenggarakan di 6 rumah sakit. Dengan diluncurkan 25 prodi baru di tahap 1 2026, maka total sudah ada 31 prodi PPDS RSPPU.

Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan 25 prodi baru pada tahap pertama tahun 2026 ini terdiri dari 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi Kanker, Jantung, Stroke Uronefrologi (KJSU). Seluruh program diselenggarakan di Rumah Sakit Pendidikan terbaik yang bermitra dengan perguruan tinggi guna memastikan standar kompetensi tetap terjaga.

Selain peluncuran tahap pertama, Menkes memastikan bahwa eskalasi program ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

“Pada tahap kedua tahun 2026, sebanyak 30 Program Studi Spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 Prodi Spesialis Dasar dan 17 Prodi Spesialis KJSU”, kata Budi.

Rapat Tingkat Menteri ini dipimpin langsung oleh Kepala KSP, dan turut dihadiri lintas Kementerian seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Dudung menegaskan bahwa percepatan ini merupakan respons langsung atas instruksi Presiden pada 11 Agustus lalu terkait krisis tenaga medis.

“Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ujar Dudung.

Dudung memaparkan skema pembiayaan pendidikan yang dirancang sangat terjangkau guna menciptakan pemerataan. Kontribusi biaya penyelenggaraan PPDS, baik untuk prodi existing maupun baru, berlaku sama secara resiprokal antara Rumah Sakit Pendidikan dan Perguruan Tinggi.

Seleksi Peserta Didik PPDS RSPPU untuk 25 Program Studi baru ini akan resmi diluncurkan pada Kamis, 3 September 2026. Program ini dikonsep dengan memberikan keberpihakan kepada putra-putri daerah. Penempatan kerja pasca-pendidikan telah ditetapkan sejak awal guna mengisi kekosongan tenaga spesialis di wilayah prioritas nasional.

PPDS RSPPU merupakan program pendidikan yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini dikonsep dengan memberikan keberpihakan kepada putra-putri daerah, di mana penempatan kerja pasca-pendidikan telah ditetapkan sejak awal guna mengisi kekosongan tenaga spesialis di wilayah prioritas sesuai perencanaan nasional. Sebanyak 25 prodi baru ini bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri terkemuka, yakni UNAIR, UNPAD, UNS, UNDIP, UNHAS, USU, UNUD, UB, dan UI.

Sebaran 11 prodi spesialis dasar mencakup: Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. dr. Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok; Obstetri dan Ginekologi dibuka di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta; Radiologi tersedia di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil ; Selain itu, Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, serta Ilmu Bedah di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sementara itu, untuk 14 prodi rumpun KJSU dan spesialis unggulan lainnya, pemerintah membuka program sebagai berikut: Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo; Bedah Thorax Kardiovaskuler berlokasi di RSUP H Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar; dan Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Ini disusul oleh Jantung dan Pembuluh Darah di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh Memorial Hospital, dan RSUD dr. Soedarso. Ekspansi juga mencakup Kedokteran Nuklir di RSUP Dr. Kariadi; Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya; serta Orthopaedi dan Traumatologi yang masing-masing dibuka di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Tags: budi gunadi sadikindokter spesialisPeserta Program Pendidikan Dokter Spesialis
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.