• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Hati-Hati, Jangan Asal Pijat Saat Saraf Kejepit

Saraf kejepit adalah kondisi ketika bantalan antartulang belakang menekan saraf di sekitarnya.

by Admin
Senin, 28 September 2026
A A
Hati-Hati, Jangan Asal Pijat Saat Saraf Kejepit

Nyeri pinggang yang menjalar ke kaki kerap langsung dikaitkan dengan saraf kejepit. Padahal, menurut neurolog sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Yeni Quinta Mondiani, kasus nyeri pinggang yang benar-benar disebabkan oleh saraf kejepit diperkirakan kurang dari 10 persen.

“Kalau nyeri pinggang bawah itu penyebabnya sangat bervariasi. Sebagian besar sebenarnya adalah mechanical low back pain yang umumnya berkaitan dengan gangguan pada otot atau ligamen,” ujar Yeni.

BacaJuga

Ayah Mengambil Peran dalam Imunisasi

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Saraf kejepit adalah kondisi ketika bantalan antartulang belakang menekan saraf di sekitarnya. Selain itu, nyeri pinggang bawah juga bisa dipicu oleh penyebab lain, seperti penyakit degeneratif, trauma fisik, tuberkulosis (TB) tulang, hingga penyebaran keganasan ke tulang belakang.

Karena penyebabnya beragam, dr Yeni menekankan pentingnya mengenali gejala sebelum menyimpulkan sendiri bahwa nyeri yang dialami berasal dari saraf kejepit.

Yeni menguraikan, saraf memiliki tiga fungsi: sensorik, motorik, dan otonom. Gangguan sensorik dapat berupa kebas, kesemutan, atau nyeri yang menjalar. Gangguan motorik dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan, sedangkan gangguan otonom dapat berupa gangguan buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).

Untuk memastikan penyebab nyeri, dokter perlu melakukan wawancara medis secara rinci, pemeriksaan fisik dan saraf, serta tes provokasi. Pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, CT scan, atau MRI baru dipilih berdasarkan dugaan penyebab yang muncul dari pemeriksaan awal tersebut.

Proses diagnosis yang berlapis ini menunjukkan bahwa penyebab nyeri pinggang tidak bisa dipastikan hanya dari rasa sakit yang dirasakan. Inilah yang membuat Yeni mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan pijat ketika mengalami dugaan saraf kejepit.

“Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter fisioterapinya,” katanya.

Ia menjelaskan, pijat memang bisa terasa nyaman untuk nyeri yang berkaitan dengan otot. Namun jika penyebab nyeri ternyata bukan gangguan otot—misalnya benar-benar saraf kejepit—, tindakan pijat berpotensi memperburuk kondisi. Karena itu, penyebab nyeri perlu dipastikan lebih dulu sebelum mengambil tindakan apa pun.

Menurut Yeni, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya, seperti nyeri pinggang disertai gangguan BAB atau BAK serta kebas atau hilangnya sensasi pada area bokong dan kemaluan. Gejala ini dapat mengarah pada cauda equina syndrome (ces), yakni kondisi akibat kompresi berat pada kumpulan saraf di bagian bawah tulang belakang. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Bagi masyarakat yang ragu apakah keluhannya perlu penanganan khusus, Yeni menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan. “Kalau teman-teman bingung, datang saja dulu ke dokter umum. Sebenarnya dokter umum pun bisa mengenali tanda ini perlu dirujuk atau cukup ditangani,” ujarnya.

Setelah mengenali gejala dan tanda bahayanya, langkah selanjutnya adalah mencegah agar keluhan tidak muncul atau berulang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain aktif bergerak, memperkuat otot punggung, menjaga berat badan ideal, dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.

Tags: Cauda Equina SyndromeHNPipb universityneurologinyeri pinggangsaraf kejepit
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Ayah Mengambil Peran dalam Imunisasi
  • Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah
  • Kabaena-Raja Ampat: Masyarakat Sipil Desak Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Hak Masyarakat Adat
  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.