• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Ampela Ayam Kaya Protein dan Zat Besi, Seberapa Aman Dikonsumsi?

Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink.

by Prohealth
Jumat, 16 Oktober 2026
A A
Ayam Kampung vs Broiler, Mana yang Lebih Bergizi?

Ampela ayam dapat menjadi pilihan lauk bergizi karena kaya protein, zat besi, vitamin B12, dan zink. Di sisi lain, kandungan kolesterolnya relatif tinggi. Lantas bagaimana sebaiknya jeroan ini dikonsumsi?

Muhammad Aries, dosen IPB University dari Program Studi llmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), menjelaskan, meski termasuk jeroan, ampela tetap memiliki kandungan gizi yang baik, terutama protein dan beberapa mineral. Dibandingkan banyak jeroan lain, ampela relatif tinggi protein dan rendah lemak total.

BacaJuga

Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang

Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?

“Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink,” katanya.

Berbagai kandungan zat gizi tersebut, kata dia, bermanfaat untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh, sel darah merah, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Namun demikian, Aries mengatakan, status “bergizi tinggi” tidak berarti ideal untuk dikonsumsi tanpa batas. Sebab, ampela juga mengandung kolesterol tinggi.

“Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” paparnya.

Aries menyatakan dalam setiap 100 gram ampela ayam matang, terkandung sekitar 370 mg kolesterol. Jumlah ini lebih tinggi daripada rekomendasi asupan kolesterol (< 300 mg per hari) yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.

Meski saat ini batasan tersebut sudah tidak lagi dicantumkan, kandungan kolesterol dalam pangan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat. Karena itu, sebut dia, konsumsi ampela sebaiknya mempertimbangkan porsi, frekuensi, dan keseimbangan asupan pangan sehari-hari.

“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries.

Tags: ampela ayamipb universitykolesterolpurin
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.