• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran

by Tim Prohealth
Kamis, 29 Oktober 2026
A A
Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kelahiran seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Anak banteng itu lahir pada Selasa, 27 Oktober 2026 sekitar pukul 22.23 WIB dari induk betina bernama Bindi dan pejantan bernama Senta.

Kelahiran ini merupakan yang ketiga di Purbajapa, setelah kelahiran pertama dari induk Uchi pada 27 Juli 2025 dan kelahiran kedua dari induk Bindi pada 7 Agustus 2025. Sebelumnya, tim Purbajapa mencatat terjadinya perkawinan (kopulasi) antara Bindi dan Senta pada 5 Januari 2026. Sejak saat itu, pengamatan kebuntingan dilakukan secara berkala dan pemantauan intensif terus berjalan hingga anak banteng lahir.

BacaJuga

Badan Cuaca PBB: Rekor Tingkat Karbon Dioksida Berdampak ke Kita Berabad-abad

Koalisi Jaga Hutan Ungkap Pola Konflik, Kekerasan, dan Deforestasi di Industri Kehutanan

Dengan kelahiran ini, jumlah Banteng Jawa di Purbajapa kini mencapai tujuh ekor. Populasi ini berkembang dari empat individu yang dilepasliarkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke habitat alaminya, bersamaan dengan peresmian Purbajapa pada 11 Desember 2024. Langkah ini menandai kembalinya Banteng Jawa ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran, setelah satwa ini dinyatakan hilang dari kawasan itu sejak 2003.

Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Mahfudz, menyampaikan kegembiraan dan apresiasinya kepada BBKSDA Jawa Barat beserta para mitra atas kelahiran anak banteng ini. Menurutnya, kelahiran ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga dan melindungi satwa liar asli Jawa.

Purbajapa menerapkan konsep pengembangbiakan semi-alami dengan dua pasang atau empat individu Banteng Jawa sebagai indukan. Indukan ini berasal dari tiga lembaga konservasi, yaitu Taman Safari Indonesia Bogor sebanyak satu individu betina bernama Uchi, Taman Safari Indonesia Prigen sebanyak satu individu betina bernama Bindi, serta Taman Safari Indonesia Gianyar, Bali, sebanyak dua individu jantan bernama Bejo dan Senta.

Program reintroduksi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran bertujuan meningkatkan populasi Banteng Jawa, satwa dilindungi yang kini berstatus terancam punah. Purbajapa menempati areal seluas kurang lebih 5 hektare. Di lokasi ini, sembilan petugas lapangan menjaga dan merawat satwa setiap hari, mulai dari pemberian pakan dan nutrisi tambahan, pemeriksaan kesehatan, pengecekan masa birahi, hingga pemeliharaan kandang, padang gembala, dan pagar.

Program ini merupakan hasil kolaborasi para pihak dalam upaya konservasi Banteng Jawa, yakni Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Jawa Barat dengan dukungan Taman Safari Indonesia, PT Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan masyarakat.

Saat ini, tim medis Purbajapa terus memantau kondisi anak banteng beserta induknya untuk memastikan keduanya tetap sehat. Kelahiran ketiga ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian Banteng Jawa di Purbajapa berjalan baik, sekaligus membuktikan bahwa Cagar Alam Pananjung Pangandaran mampu menyediakan habitat yang layak bagi Banteng Jawa untuk tumbuh dan berkembang biak.

Tags: Banteng JawaBKSDAkementerian kehutanankonservasi
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Melibatkan Riset Kampus dalam Ekosistem Kendaraan Listrik
  • Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran
  • Virus Shamonda, dari Sapi Menular Lewat Gigitan Lalat Pengisap Darah
  • Pasien Sakit Parah, Dia Manusia Pertama Terinfeksi Virus Shamonda
  • Apa Itu Virus Shamonda, Sebaran, dan Gejalanya
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.