• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Ironi Aturan Larangan Rokok di Kampus Rakyat

by Prohealth
Jumat, 30 April 2021
A A
Ironi Aturan Larangan Rokok di Kampus Rakyat

Universitas Gadjah Mada/TEMPO/Sudaryono

TEMPO.CO, Yogyakarta – Laksono Trisnantoro cemas karena pemerintah akhirnya bersedia membahas Rancangan Undang-Undang Pertembakauan. Peneliti senior Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu berpikir aturan tentang rokok di Indonesia akan berubah jika RUU Pertembakauan dibahas dan menjadi Undang-Undang, termasuk di kampus UGM tempat ia mengajar.

Doktor lulusan London School of Hygiene and Tropical Medicine itu risau karena secara institusi UGM menerima sponsor dari perusahaan rokok. Dokter yang pernah mengambil studi tambahan di Harvard Medical School, Department of Social Medicine, Boston itu merupakan pengkritik keras kebijakan kampus UGM, yang menurut dia lembek terhadap industri rokok.

BacaJuga

Mengapa Indonesia Menolak Pernyataan Resmi Pengendalian Tembakau dan Hipertensi di RC77

KPAI: Tragedi Kekerasan Anak Jangan Hanya Lahirkan Aturan Reaktif

Ia memprotes sebagian fakultas di UGM yang menurut dia tak berpikir panjang ketika menerima sponsor rokok meskipun itu melalui Djarum Foundation, yayasan yang dibentuk kelompok usaha Djarum, salah satu perusahaan rokok terbesar di tanah air. Menurut dia, para pengelola, termasuk pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis mestinya berpikir jangka panjang soal dampak rokok bagi kesehatan jangka panjang. “Standar etik UGM tidak jelas. Mengapa tidak dipikirkan beban biaya kesehatan lima hingga sepuluh tahun mendatang yang harus dipikul masyarakat,” kata dia kepada Tempo, akhir Maret 2017.

Selengkapnya, baca: Ironi Aturan Larangan Rokok di Kampus Rakyat 

Sumber: Tempo.co
Penulis: Shinta Maharani

Tags: Anti RokokPengendalian TembakauProhealth
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.