• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Paha Besar Belum Tentu Panjang Umur, Ahli Jelaskan Faktanya

Otot rangka, termasuk otot pada paha, berperan dalam penggunaan glukosa, sensitivitas insulin, pengendalian gula darah, mobilitas, keseimbangan, serta penyediaan cadangan protein ketika tubuh mengalami penyakit atau stres metabolik.

by Prohealth
Rabu, 19 Agustus 2026
A A
Paha Besar Belum Tentu Panjang Umur, Ahli Jelaskan Faktanya

Anggapan bahwa seseorang dengan paha besar memiliki peluang hidup lebih panjang tidak sepenuhnya benar. Hal itu disampaikan dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Yunita Aryani.

Ia menjelaskan, sejumlah penelitian memang menemukan lingkar paha yang sangat kecil berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini yang lebih tinggi. Namun, bukan berarti semakin besar paha, semakin panjang pula usia seseorang.

BacaJuga

Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang

Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?

“Lingkar paha yang terlalu kecil merupakan salah satu penanda rendahnya massa otot, status gizi yang kurang baik atau kondisi kesehatan tertentu. Hal ini akan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit dan kematian,” ujar Yunita.

Penelitian kohort yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan lingkar paha kecil berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit penyakit jantung koroner, dan dapat berakibat kematian dini pada laki-laki maupun perempuan.

Namun, penelitian tersebut menunjukkan adanya efek ambang batas sehingga ukuran paha yang lebih besar setelah batas tertentu tidak otomatis memberikan manfaat tambahan.

Yunita menjelaskan lingkar paha terdiri atas tulang, massa otot, lemak subkutan, cairan, serta jaringan lainnya. Dua orang dengan lingkar paha yang sama belum tentu memiliki kondisi kesehatan yang serupa.

“Menilai derajat kesehatan seseorang hanya dengan melihat jumlah massa otot saja tidak cukup. Kekuatan dan fungsi otot sering kali memberikan informasi yang lebih bermakna daripada ukuran semata,” katanya.

Otot rangka, termasuk otot pada paha, berperan dalam penggunaan glukosa, sensitivitas insulin, pengendalian gula darah, mobilitas, keseimbangan, serta penyediaan cadangan protein ketika tubuh mengalami penyakit atau stres metabolik.

Yunita juga menjelaskan lemak di paha dan bokong berbeda karakteristik dengan lemak visceral. Lemak visceral lebih aktif secara metabolik dan berkaitan dengan resistensi insulin, perlemakan hati, diabetes tipe 2, gangguan kolesterol, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular lainnya.

Karena itu, ia menandaskan, lingkar paha tidak dapat dijadikan indikator kesehatan secara mandiri. Kesehatan secara menyeluruh lebih dipengaruhi pola hidup, aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, kondisi kesehatan mental, faktor genetik, lingkungan, serta adanya bukti pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Jadi, bukan sekadar seberapa besar pahanya, tetapi apa yang menyusun paha tersebut dan seberapa baik fungsinya,” ujar Yunita.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak merasa sehat hanya karena memiliki paha besar. “Ingat bukan besarnya paha, namun massa otot yang terbentuk dari besarnya paha.”

Tags: dosen IPBinsulinipb universitypenelitian
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.