• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Tren Fiber Maxxing, Kebutuhan Serat Bisa Dipenuhi dari Makanan Tanpa Suplemen

Fiber maxxing pada dasarnya merupakan upaya memaksimalkan asupan serat karena manfaatnya bagi kesehatan saluran pencernaan.

by Tim Prohealth
Jumat, 7 Agustus 2026
A A
Tren Fiber Maxxing, Kebutuhan Serat Bisa Dipenuhi dari Makanan Tanpa Suplemen

Tren fiber maxxing yang ramai di media sosial mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi serat 50–100 gram serat per hari demi kesehatan usus.

Namun, pakar gizi masyarakat IPB University, Ali Khomsan, mengingatkan kebutuhan serat pada umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang tanpa harus mengandalkan suplemen.

BacaJuga

Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya

Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang

Fiber maxxing pada dasarnya merupakan upaya memaksimalkan asupan serat karena manfaatnya bagi kesehatan saluran pencernaan. Meski demikian, ia menegaskan, konsumsi serat tetap harus sesuai anjuran.

“Sesuatu makanan atau sumber gizi apabila dikonsumsi secara berlebihan tentu saja bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Serat yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu serapan zat gizi lain,” ujarnya.

Ali mengurai, kebutuhan serat orang dewasa berkisar 20–30 gram per hari. Jumlah tersebut umumnya dapat dipenuhi dengan rutin mengonsumsi sayur, buah, serta biji-bijian utuh (whole grains).

Menurut Ali, seseorang yang telah menerapkan pola makan sehat dan beragam tidak memerlukan suplemen serat. Suplemen baru dibutuhkan pada kondisi tertentu, seperti lansia yang mengalami penurunan nafsu makan, pasien dalam masa pemulihan, atau orang yang mengalami gangguan kesehatan sehingga sulit memenuhi kebutuhan gizi dari makanan.

“Jadi, suplemen diperlukan dalam batas tertentu dan tergantung pada problem makan yang sedang dihadapi,” katanya.

Ali mengungkapkan, rendahnya konsumsi sayur dan buah masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan berbagai survei, sekitar 90 persen masyarakat belum memenuhi kebutuhan konsumsi sayur dan buah, sehingga asupan serat juga ikut rendah.

Padahal, sumber serat alami sangat mudah ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis sayuran dan buah merupakan pilihan terbaik, termasuk apel dan pir yang dianjurkan dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci bersih.

“Pada kulit apel dan pir terdapat serat larut yang baik untuk membantu mengendalikan kolesterol sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna,” katanya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mengikuti tren yang hanya menonjolkan satu jenis zat gizi. Menurutnya, pedoman Gizi Seimbang dan konsep “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan tetap menjadi acuan terbaik.

“Minimal konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari atau sekitar 400 gram sesuai anjuran WHO. Dengan pola makan yang beragam, kebutuhan serat akan lebih mudah terpenuhi dan kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tuturnya.

Tags: fiberfiber maxxingmakanan sehatsayuransuplemen
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.