• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Inovasi Pembalut Luka Alami untuk Cegah Infeksi

Mereka berupaya mengembangkan alternatif perawatan luka yang lebih ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi bahan alami.

by Admin
Selasa, 16 Juni 2026
A A
Inovasi Pembalut Luka Alami untuk Cegah Infeksi

Di tengah dominasi penggunaan material medis berbahan sintetis dalam dunia kesehatan, mahasiswa Universitas Airlangga menghadirkan inovasi berbasis bahan alami untuk pengembangan wound dressing atau pembalut luka medis. Inovasi tersebut dirancang sebagai perawatan luka guna membantu mencegah terjadinya infeksi selama proses penyembuhan.

Gagasan ini mengantarkan tim mahasiswa Unair meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta (RE) 2026. Melalui penelitian berjudul Film Hidrokoloid Inovatif Berbasis Pektin Maizena dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis) untuk Wound Dressing Applications, mereka berupaya mengembangkan alternatif perawatan luka yang lebih ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi bahan alami.

BacaJuga

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia

Tim ini beranggotakan mahasiswa angkatan 2025. Mereka adalah Abdullah Imam Abdul Rahman (FKP), Desiva Frisillia Afanty (FF), Alya Nur Azizah (FKM), M Zain Hisyam Al Fikri Zuhdi (FKP), dan Fisti Nisa Nur Azizah (FK).

Abdul mengatakan, penelitian tersebut didasari dari perkembangan salah satu aplikasi wound dressing berbasis hidrokoloid yang berguna untuk melapisi makanan. Ide itu muncul ketika mereka sedang mencari solusi bahan alternatif wound dressing untuk mewujudkan greener and better healthcare for the future.

“Meskipun awalnya kami sempat ragu karena topik yang kami bawa tidak terlalu mengikuti tren para pemenang sebelumnya. Kami berpikir positif bahwa penelitian ini dapat menjadi strong development untuk mewujudkan better healthcare, khususnya di bidang wound healing,” ujar Abdul.

Upaya yang mereka kembangkan adalah alat medis wound dressing menggunakan pektin dan biopolimer alami yaitu maizena yang dicampur dengan zat alami bersifat regeneratif berupa ekstrak daun teh hijau. Adapun metode yang digunakan adalah menguji mechanical properties dari pembuatan formulasi.

“Formulasi tersebut kami buat terlebih dahulu mulai dari pemeriksaan struktur formulasi menggunakan SEM dan FTIR, lalu uji daya tarik dan juga uji penyerapan air, serta profil pelepasan bahan aktif,” ujar Abdul. Formulasi itu kemudian diuji secara In vivo dan akan dilakukan pemeriksaan histopatologi untuk melihat efektifitas wound dressing terhadap luka.

Abdul mengungkapkan bahwa ada berbagai rintangan yang harus mereka hadapi selama penelitian. Yakni dalam mengoleksi bahan, mengurus lab, dan uji eksternal. Formulasi hydrocolloid yang mereka teliti juga masih terdapat trial dan error, sehingga membutuhkan banyak percobaan.

“Melalui ide ini kami berharap dapat menjadi preliminary evidence dan bisa menjadi sebuah startup serta dapat menginspirasi para peneliti untuk melanjutkan dan mengembangkan ide dan inovasi khususnya di bidang kesehatan,” katanya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.