• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Festival Jamu Warisan Nusantara di Kampus UNAIR

Pentingnya pemahaman perbedaan antara jamu asli dengan minuman herbal modern.

by Admin
Jumat, 19 Juni 2026
A A
Festival Jamu Warisan Nusantara di Kampus UNAIR

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa melalui pendekatan akademik yang sistematis. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Jamu yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di Fakultas Farmasi, Kampus MERR-C UNAIR.

Kegiatan itu menjadikan jamu sebagai fokus utama dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai kearifan lokal. Penanggung jawab kegiatan, Profesor Wiwied Ekasari MSi menilai bahwa lewat kegiatan rutin yang menjadi bagian dari mata kuliah Obat Tradisional dan Komplementer, mahasiswa tidak sekadar mengenal teori.

BacaJuga

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia

Menurut dia, mahasiswa juga membuktikan afeksi serta keamanan jamu secara ilmiah. Ia menyebut, festival jamu menjadi bentuk nyata dari integrasi kurikulum dengan implementasi langsung di lapangan.

“Jadi pertama, mereka mempelajari konsep pengobatan tradisional, mencari ramuan untuk pemakaian dalam dan luar, lalu menganalisis dasar penggunaan serta bukti ilmiah yang mendukung, dan puncaknya ada di festival yang memamerkan jamu yang sudah mereka buat,” ungkapnya di acara Festival Jamu.

Wiwied menegaskan pentingnya pemahaman perbedaan antara jamu asli dengan minuman herbal modern. Ia menjelaskan syarat utama agar sebuah produk dapat dikategorikan sebagai jamu adalah khasiat dan keamanannya yang sudah terbukti secara turun-temurun selama minimal satu generasi atau sekitar 60 tahun.

“Jika terdapat modifikasi bahan tambahan baru yang belum terbukti khasiat dan keamanannya dengan pemakaian jangka waktu panjang, produk tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai minuman herbal kesegaran. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat tidak sekadar mengonsumsi, tetapi juga memahami apa yang mereka konsumsi,” katanya.

Wiwied menekankan keberhasilan kegiatan itu dalam mengubah sudut pandang mahasiswa farmasi terhadap bahan alam. Banyak dari mereka yang awalnya hanya menganggap ini sebagai tuntutan tugas, kini justru menunjukkan ketertarikan tinggi.

“Banyak mahasiswa yang berterima kasih, katanya kegiatan ini sangat bermanfaat, dan beberapa mahasiswa jadi memilih topik terkait bahan alam untuk tugas akhir atau skripsi mereka.”

Antusiasme itu membuktikan bahwa ketika generasi muda memiliki akses pada pemahaman ilmiah yang benar, mereka akan lebih menghargai dan bersemangat untuk mengembangkan potensi kekayaan alam Indonesia. Wiwied berharap dengan adanya Festival Jamu ini dapat mengubah stigma masyarakat terkait obat tradisional.

Ia berharap jamu dapat dipandang sebagai garda terdepan dalam tindakan preventif dan pemeliharaan kesehatan. Dengan dukungan pembuktian ilmiah dari sisi farmasi, jamu tidak lagi diposisikan sebagai alternatif kelas bawah, melainkan bagian dari aset kesehatan nasional.

“Fakultas Farmasi terus berupaya menjadikan jamu sebagai salah satu identitas atau branding yang kuat, baik dalam kegiatan pendidikan maupun dalam ajang seminar internasional,” katanya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.