• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Ini Fakta Proses Pembuatannya

Khaswar Syamsu menegaskan nata de coco yang beredar di pasaran aman dikonsumsi apabila diproduksi sesuai prosedur fermentasi yang benar.

by Admin
Selasa, 23 Juni 2026
A A
Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Ini Fakta Proses Pembuatannya

Nata de coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang populer sebagai pelengkap minuman dan hidangan penutup. Teksturnya yang kenyal, rasa manis, serta tampilannya yang putih bening menjadikan produk ini digemari berbagai kalangan.

Di balik kepopulerannya, muncul kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan urea dan amonium sulfat (ZA) dalam proses pembuatannya.

BacaJuga

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Khaswar Syamsu menegaskan nata de coco yang beredar di pasaran aman dikonsumsi apabila diproduksi sesuai prosedur fermentasi yang benar.

Khaswar menjelaskan, penggunaan urea maupun ZA dalam proses pembuatannya bukan sebagai bahan pangan yang dikonsumsi, melainkan sebagai nutrisi bagi bakteri selama proses fermentasi.

“Nata de coco merupakan selulosa mikrobial murni yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri Acetobacter xylinum. Dalam proses tersebut, mikroorganisme memerlukan sumber karbon dan nitrogen untuk tumbuh sekaligus membentuk nata de coco,” ujar Khaswar.

Jadi, kata dia, baik urea maupun ZA berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi bakteri selama proses fermentasi, bukan sebagai bahan yang dikonsumsi secara langsung oleh manusia.

Khaswar menegaskan setelah fermentasi selesai, sisa media dan substrat akan hilang melalui tahapan pencucian, perebusan, serta perendaman.

Dengan demikian, produk akhir yang dipasarkan merupakan selulosa mikrobial murni tanpa membawa media fermentasi yang digunakan selama proses produksi.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.