• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Mahasiswa Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik Antimikroba

Pasir kucing dibuat dengan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan dasar, indikator pH alami yang memungkinkan perubahan warna pada pasir sesuai dengan tingkat pH urine kucing.

by Prohealth
Kamis, 3 September 2026
A A
Mahasiswa Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik Antimikroba

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Felyhart berhasil mengubah limbah ampas tebu menjadi produk pasir kucing bernilai tambah. Inovasi ini dirancang untuk membantu pemantauan awal perubahan pH urine kucing yang dapat berkaitan dengan kondisi saluran kemih.

Ini sekaligus menjadi alternatif terhadap produk konvensional yang sulit terurai dan menghasilkan banyak debu, seperti pasir kucing berbahan bentonite.

BacaJuga

Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa

Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global

Adapun tim Felyhart beranggotakan lima orang, yakni Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan dari Fakultas Teknik, Rayhan Farel Ramadhani dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Humairo Labiiba dari Sekolah Vokasi.

Didampingi Madarina Wassisa, dosen Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, tim ini mengembangkan penelitian berjudul “Felyhart: Inovasi Pasir Kucing Organik Antimikroba Penekan Transmisi Fekal-Oral dengan Indikator pH Urine Terintegrasi Sistem Pemantauan Kesehatan Digital”.

Dalam penelitian, pasir kucing dibuat dengan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan dasar, indikator pH alami yang memungkinkan perubahan warna pada pasir sesuai dengan tingkat pH urine kucing. Dan, natrium propionat natrium propionat yang berfungsi membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada pasir kucing.

Tak hanya itu, produk Felyhart juga dilengkapi dengan situs web yang berfungsi untuk memindai dan menganalisis perubahan warna pada gumpalan pasir kucing. Perubahan warna pasir hanya merupakan indikator awal perubahan pH urine dan bukan diagnosis penyakit. Hasil pemindaian melalui situs web inilah yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai nilai pH urine.

Penelitian menyebutkan jika kucing menunjukkan tanda seperti mengejan saat berkemih, sering keluar-masuk kotak pasir, menunjukkan kesakitan saat berkemih, terdapat darah dalam urine, atau hanya mengeluarkan sedikit bahkan tidak dapat mengeluarkan urine, pemilik harus segera menghubungi dokter hewan.

Arsi Cahyani mengatakan pengembangan Felyhart berawal dari persoalan limbah pasir kucing yang sulit terurai serta potensi pertumbuhan bakteri akibat kelembaban apabila daya serap pasir tidak optimal. Ketua tim PKM-K Felyhart, Arsi Cahyani, mengatakan kondisi ini menjadi latar belakang tim untuk memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan dasar pasir kucing yang lebih mudah terurai.

“Dari situ, muncul gagasan untuk mengembangkan pasir kucing berbahan dasar limbah ampas tebu yang lebih mudah terurai sekaligus membantu mengurangi limbah yang belum termanfaatkan,” ujar Arsi, Rabu, 2 September 2026.

Selain menggunakan ampas tebu, tim juga memanfaatkan natrium propionat untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri pada pasir. Inovasi ini juga diharapkan dapat menghasilkan pasir kucing yang lebih terjangkau karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh.

Sementara itu, dosen pendamping, Madarina Wassisa, mengatakan inovasi ini juga berpotensi membantu mengurangi risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan kontaminasi feses. Menurutnya, kebersihan pasir kucing menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mengurangi resiko tersebut.

“Banyak penyakit yang penularannya berkaitan dengan kontaminasi feses. Dengan menjaga kebersihan pasir dan mengurangi kontaminasi, diharapkan rantai penularan penyakit dapat ditekan,” kata Madarina.

Inovasi pasir kucing dari limbah ampas tebu tersebut juga mendapatkan respons positif setelah digunakan secara langsung oleh Kinar, salah seorang pengguna Felyhart. Ia menilai pasir tersebut memiliki daya serap yang baik dan mampu membentuk gumpalan yang lebih kering sehingga memudahkan proses pembersihan.

“Pasirnya bagus dan ternyata bisa menggumpal dengan baik. Gumpalan pasir Felyhart lebih kering sehingga lebih mudah dibersihkan,” ujar Kinar.

Arsi mengakui potensi pasar Felyhart terbilang menjanjikan mengingat populasi kucing peliharaan di Indonesia terus meningkat seiring tren pet parenting yang semakin populer, khususnya di kalangan generasi muda perkotaan.

Meningkatnya kesadaran akan kesehatan hewan peliharaan turut mendorong permintaan terhadap produk-produk inovatif yang menawarkan nilai tambah, bukan sekadar fungsi dasar. “Dengan menyasar segmen pemilik kucing yang peduli terhadap kesehatan hewan sekaligus isu keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Tags: kucingmahasiswapasirugmuniversitas gadjah mada
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.