• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Benarkah Cat Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Payudara hingga 60 Persen

Penelitian Sister Study menemukan hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dengan peningkatan risiko kanker payudara.

by Prohealth
Senin, 7 September 2026
A A
Benarkah Uban Tanda Tubuh Melawan Kanker?

Rramai di jagat maya soal risiko kanker payudara bisa meningkat hingga 60 persen pada pengguna cat rambut. Angka ini bersumber dari Sister Study yang melibatkan 46.709 perempuan dan dipublikasikan dalam International Journal of Cancer.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Samuel Stemi, MBiomed, ikut menanggapi isu ini. Menurutnya, meskipun berasal dari penelitian ilmiah, hasil riset ini perlu dipahami secara hati-hati.

BacaJuga

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia

“Angka ini harus dipahami secara hati-hati. Ini adalah peningkatan risiko relatif, bukan berarti 60 persen pengguna cat rambut akan terkena kanker payudara. Selain itu, penelitian tersebut merupakan studi observasional sehingga menunjukkan hubungan (association), bukan membuktikan hubungan sebab-akibat,” ujarnya.

Penelitian Sister Study menemukan hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dengan peningkatan risiko kanker payudara. Namun, peningkatan risiko relatif sekitar 60 persen ini ditemukan pada kelompok perempuan Black/African American yang menggunakan pewarna rambut permanen setiap 5–8 minggu atau lebih sering.

“Peserta studi tersebut sebetulnya tidak hanya Black/African-American saja, tapi ada juga perempuan White. Nah, studi itu menemukan bahwa pada seluruh peserta, penggunaan permanent hair dye dalam 12 bulan sebelum ikut dalam penelitian, dikaitkan dengan sekitar 9 persen peningkatan risiko,” katanya.

Ia mengatakan pada perempuan White sekitar 7 persen, sedangkan pada perempuan Black sekitar 45 persen. Angka 60 persen muncul pada kelompok Black yang menggunakan permanent dye setiap 5–8 minggu atau lebih sering.

Menurut dia, bukti ilmiah mengenai hubungan cat rambut dan kanker payudara juga belum sepenuhnya konsisten. Meta-analisis yang menggabungkan 14 penelitian dengan lebih dari 210.000 subjek menemukan peningkatan risiko secara keseluruhan sekitar 7 persen.

“Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen, terutama penggunaan yang sering, dengan peningkatan risiko kanker payudara pada kelompok tertentu, tetapi belum dapat disimpulkan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker,” katanya.

Ia menjelaskan, cat rambut mengandung berbagai bahan kimia dengan formulasi yang berbeda-beda. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah aromatic amines, termasuk p-phenylenediamine (PPD). Namun, keberadaan bahan kimia dalam suatu produk tidak otomatis membuktikan bahwa bahan itu menyebabkan kanker pada manusia.

Samuel menjelaskan, formulasi cat rambut juga telah banyak berubah sejak 1970-an, dengan sejumlah bahan yang diketahui bersifat karsinogenik telah dihilangkan atau dibatasi.

International Agency for Research on Cancer (IARC) di bawah naungan World Health Organization (WHO) mengategorikan penggunaan pribadi hair colourants sebagai “not classifiable as to carcinogenicity to humans” karena bukti pada manusia belum cukup. Hal ini berbeda dengan paparan pekerjaan sebagai hairdresser/barber yang dikategorikan sebagai probably carcinogenic.

Menurut Samuel, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap bijak dalam menggunakan cat rambut. Gunakan produk legal, ikuti petunjuk pemakaian, tidak menggunakan lebih sering dari yang diperlukan, serta pastikan kulit kepala tidak sedang terluka atau iritasi merupakan langkah pengurangan risiko yang dapat dilakukan.

“Jika seseorang sesekali mengecat rambut, tidak ada dasar ilmiah yang kuat untuk mengatakan bahwa ia harus takut akan terkena kanker payudara karena aktivitas itu,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, untuk penggunaan yang sangat sering dan berlangsung bertahun-tahun, terutama dengan produk permanen, masuk akal untuk mempertimbangkan pengurangan frekuensi dan memilih produk dengan profil keamanan yang baik.

Ia juga menegaskan, perhatian masyarakat juga perlu diarahkan pada faktor risiko kanker payudara yang telah lebih kuat terbukti, seperti usia, riwayat keluarga atau genetik, obesitas setelah menopause, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, serta faktor hormonal dan reproduksi.

“Jadi prinsipnya adalah don’t panic, but minimize unnecessary exposure. Cat rambut bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi penggunaannya tetap sebaiknya bijak,” tutunya.

Evidence saat ini, kata dia, belum cukup untuk menyatakan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Tapi adanya sinyal risiko pada beberapa penelitian membuat penggunaan yang berlebihan dan tidak perlu sebaiknya dihindari.

Tags: cat rambutipb universitykanker payudaraSister Study
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.