• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Air Isi Ulang Murah Tetap Aman, Tapi Masyarakat Perlu Teliti

Besarnya risiko sangat bergantung pada kualitas sumber air, pengolahannya, efektif atau tidak, kondisi fasilitasnya bagaimana, kehigienisan operator seperti apa, dan bagaimana penanganannya setelah pengisian.

by Tim Prohealth
Selasa, 15 September 2026
A A
Air Isi Ulang Murah Tetap Aman, Tapi Masyarakat Perlu Teliti

Air minum isi ulang tidak serta-merta berbahaya bagi kesehatan. Namun, masyarakat juga tidak dapat menganggap seluruh air isi ulang aman hanya karena telah melalui proses penyaringan.

Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Etty Riani, mengatakan tingkat keamanan air sangat bergantung pada kualitas sumber air, proses pengolahan, kondisi fasilitas, kebersihan operator, serta penanganan setelah pengisian.

BacaJuga

Negeri yang Berjanggut Berhasil Hilangkan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Kampus Sudah Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Masih Banyak yang Klepas-klepus?

“Risikonya bisa berbeda-beda, dari mulai rendah sampai tinggi. Besarnya risiko sangat bergantung pada kualitas sumber air, pengolahannya, efektif atau tidak, kondisi fasilitasnya bagaimana, kehigienisan operator seperti apa, dan bagaimana penanganannya setelah pengisian,” ujar Etty.

Menurutnya, kualitas air baku menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Sumber air yang tercemar limbah domestik, septic tank, aktivitas pertanian, limbah industri, hingga pertambangan dapat membawa berbagai jenis pencemar yang belum tentu seluruhnya dapat dihilangkan melalui teknologi penyaringan.

“Jangan sampai sumber air tercemar oleh limbah domestik dan septic tank, aktivitas pertanian seperti pupuk dan pestisida, limbah industri, pertambangan, dan sebagainya. Teknologi penyaringan belum tentu mampu membuang semua jenis pencemar tersebut karena kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda-beda,” jelasnya.

Etty menjelaskan, kontaminan pada air isi ulang dapat berupa mikrobiologis, seperti bakteri, virus, dan protozoa, maupun kimia, seperti arsen, timbal, kadmium, kromium, nitrat, nitrit, besi, mangan, aluminium, pestisida, dan hidrokarbon.

Air yang telah memenuhi persyaratan juga dapat kembali tercemar setelah proses pengolahan. Selang, keran, tangki, filter, galon, serta tangan operator dapat menjadi sumber kontaminasi apabila tidak dijaga kebersihannya.

“Kondisi galon, tangki, selang, dan peralatan sangat penting karena tahap ini dapat menjadi titik kritis kontaminasi,” kata Etty.

Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membeli air isi ulang. Kondisi depot harus terlihat bersih, tidak banyak debu, sampah, atau genangan. Peralatan juga perlu tertata dan terawat, sementara operator menjaga kebersihan tangan dan pakaian.

Kondisi galon tidak boleh retak, berlumut, berbau, atau disimpan di tempat terbuka. Konsumen juga dapat menanyakan sumber air baku, hasil pemeriksaan laboratorium, serta kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Solusi paling efektif adalah mencari depot yang melakukan pengendalian risiko sepanjang rantai air minum,” tutur Etty.

Pengendalian ini mencakup kualitas air baku, kesesuaian teknologi pengolahan, perawatan filter, disinfeksi, kebersihan peralatan, kehigienisan operator, pemeriksaan laboratorium, hingga pencegahan kontaminasi ulang.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar air minum yang aman tetap dapat diperoleh dengan harga terjangkau.

Tags: air bakuair isi ulangipb universityKesehatan
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negeri yang Berjanggut Berhasil Hilangkan Penularan HIV dari Ibu ke Anak
  • Kampus Sudah Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Masih Banyak yang Klepas-klepus?
  • Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Kembali Ditunda, Ada Indikasi Lobi Industri
  • Inilah Tujuh Kandidat Direktur Jenderal WHO
  • Bagaimana Asap Rokok dan Vape Mengintai Kesehatan Masyarakat, Ini Penjelasan Dokter Paru
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.