• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Bagaimana Merokok Meningkatkan Risiko Diabetes

Ketika zat kimia asap rokok bertemu oksigen di dalam tubuh, proses ini dapat menyebabkan kerusakan sel, yang disebut stres oksidatif.

by Sunu Dyantoro
Selasa, 13 Oktober 2026
A A
Rokok Elektronik dan Ancaman Diabetes

Ilustrasi diabetes. (Sumber: Canva/2022)

Orang yang merokok berisiko 30 hingga 40 persen terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan, makin banyak rokok yang Anda hisap, kian tinggi risiko Anda terkena diabetes tipe 2.

FDA (Food and Drug Administration), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan merokok dapat menyebabkan diabetes dengan mengganggu fungsi normal sel-sel tubuh Anda. Zat kimia dalam asap rokok merusak sel-sel tubuh dan dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, yang dapat membuat insulin Anda kurang efektif.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Lembaga pemerintah federal di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan negeri Abang Sam ini menyebutkan, ketika zat kimia dari asap rokok bertemu dengan oksigen di dalam tubuh, proses ini juga dapat menyebabkan kerusakan sel, yang disebut stres oksidatif. Baik stres oksidatif maupun peradangan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

Orang yang merokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan lemak perut , yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, bahkan jika Anda tidak kelebihan berat badan.

Meski merokok merupakan faktor risiko terkena diabetes tipe 2, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko tersebut. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang metode berhenti merokok yang tepat untuk membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Merokok membuat pengelolaan diabetes menjadi lebih sulit. Penderita diabetes sangat terpengaruh oleh asap tembakau.

Kadar nikotin yang tinggi dari rokok dapat membuat sel-sel dalam tubuh kurang responsif terhadap insulin , yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Penderita diabetes yang terpapar nikotin dalam jumlah tinggi mungkin membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengatur kadar gula darah mereka.

Penderita diabetes yang merokok juga lebih mungkin mengalami masalah kesehatan serius akibat diabetes, seperti risiko komplikasi serius yang lebih tinggi, termasuk:

-Penyakit jantung: Merokok meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Seiring waktu, kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.

-Tekanan darah tinggi: Penderita diabetes dan perokok memiliki risiko kerusakan pembuluh darah akibat peradangan yang jauh lebih tinggi. Pembuluh darah mengeras ketika rusak, dan ini menyebabkan tekanan darah tinggi.

-Kerusakan dan penyakit ginjal: Dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, orang yang merokok dan menderita diabetes lebih mungkin mengalami protein dalam urin dan selanjutnya gagal ginjal stadium akhir.

-Kehilangan penglihatan atau kebutaan: Saat Anda merokok, Anda dapat merusak bagian-bagian penting mata yang diperlukan untuk menjaga penglihatan dan pandangan yang jernih.

-Sirkulasi darah yang buruk dan amputasi: Merokok menyebabkan kerusakan dan jaringan parut pada pembuluh darah kecil yang dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk ke kaki dan tungkai. Hal ini meningkatkan risiko infeksi dan ulkus yang merupakan penyebab utama amputasi pada penderita diabetes.

-Kerusakan Saraf: Peradangan yang disebabkan oleh merokok juga menyebabkan kerusakan pada saraf yang dapat mengakibatkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan.

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, diabetes tercatat sebagai penyebab utama kematian bagi lebih dari 87.000 orang pada tahun 2019, menjadikannya penyebab kematian ketujuh terbesar di Amerika Serikat. Diperkirakan 9.000 orang di AS meninggal setiap tahun akibat diabetes yang disebabkan oleh merokok.

Meskipun berhenti merokok tidak dapat membalikkan diabetes, hal itu dapat mempermudah pengelolaan diabetes Anda. Semakin cepat Anda berhenti merokok, semakin cepat tubuh Anda dapat mulai pulih.

Insulin dapat menjadi lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah hanya delapan minggu setelah Anda berhenti merokok.

Tags: Amerika SerikatdiabetesFDAKesehatanRokok
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Koalisi Masyarakat Sipil Buka Posko Penjaringan Calon Penggugat Komdigi atas Dugaan Pembatasan Konten Digital
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.