• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Gandeng Inggris, Pemerintah Luncurkan Tangguh+ untuk Perkuat Kemitraan Transformasi Kesehatan

Kemitraan Indonesia–Inggris perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak berhenti pada kesepakatan dan pertemuan bilateral.

by Admin
Rabu, 14 Oktober 2026
A A
Gandeng Inggris, Pemerintah Luncurkan Tangguh+ untuk Perkuat Kemitraan Transformasi Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Pemerintah Inggris meluncurkan UK–Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+ untuk memperkuat kerja sama kesehatan kedua negara. Platform ini menjadi wadah koordinasi pemerintah, rumah sakit, universitas, lembaga penelitian, industri, dan mitra internasional agar kolaborasi kesehatan lebih terarah dan selaras dengan prioritas transformasi kesehatan Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kemitraan Indonesia–Inggris perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak berhenti pada kesepakatan dan pertemuan bilateral. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta membangun ketahanan menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

“Nilai nyata dari kemitraan strategis tidak hanya terletak pada keterlibatan dan perjanjian yang kita tandatangani, tetapi pada kemampuan kita menyatukan keahlian, institusi, dan sumber daya yang tepat untuk memberikan hasil yang berkelanjutan,” ujar Dante dalam peluncuran Tangguh+ di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kerja sama kesehatan Indonesia–Inggris telah memiliki landasan melalui nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan RI dan Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial Inggris yang ditandatangani pada 20 Mei 2025.

Kerja sama ini mencakup tujuh bidang, yaitu pelayanan kesehatan, pengawasan dan pengendalian penyakit, sains dan inovasi kesehatan, tenaga kesehatan, penelitian klinis, kesehatan digital, serta pergeseran pendekatan dari pengobatan menuju pencegahan.

Melalui Tangguh+, kedua negara akan memperkuat kolaborasi pada tiga peluang utama, yakni pengembangan tenaga kesehatan, inovasi teknologi, dan keamanan kesehatan. Kerja sama juga mencakup penguatan sistem dan infrastruktur kesehatan, riset dan inovasi, serta kemitraan publik-swasta. Pendekatan ini diharapkan mendukung pemerataan layanan berkualitas bagi masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah.

Peluncuran platform ini turut menampilkan lima inisiatif kerja sama, meliputi UK–Indonesia Digital Health Programme, ASEAN–UK Health Security Partnership, proyek penguatan International Health Regulations oleh UK Health Security Agency (UKHSA), kemitraan strategis Cancer Research UK dengan Indonesia, serta kerja sama bidang layanan kesehatan dan ilmu hayati (healthcare and life sciences).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey mengatakan, Inggris berkomitmen mendukung transformasi kesehatan Indonesia melalui kolaborasi antarpemerintah, layanan kesehatan nasional Inggris (NHS), universitas, lembaga penelitian, dan sektor swasta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Global Issues pada Foreign, Commonwealth and Development Office Inggris, Melinda Bohannon, menegaskan kemitraan ini dibangun atas dasar kepentingan bersama, pertukaran keahlian, dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Dante berharap Tangguh+ dapat menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil nyata, sekaligus memastikan kerja sama kedua negara memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Mari kita satukan kesenjangan antara apa yang kita cita-citakan dan apa yang layak didapatkan oleh masyarakat kita,” tuturnya.

Tags: inggriskementerian kesehatanpelayanan kesehatanswasta
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.