• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Apakah Kanker Menurun dari Orang Tua?

by Prohealth
Rabu, 28 Oktober 2026
A A
CEK FAKTA: Deret Mitos dan Fakta Vaksin HPV

Kanker. (Sumber foto: Canva/2025)

Anak dari orang tua yang pernah didiagnosis kanker tidak otomatis akan mengalami penyakit yang sama. Menurut Ditia Gilang Shah Putra Rahim, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, kanker tidak diwariskan secara langsung dari orang tua kepada anak.

Namun demikian, ia mengatakan, mutasi gen tertentu yang meningkatkan kerentanan terhadap kanker dapat diturunkan melalui sel telur atau sperma.

BacaJuga

Imbas Karhutla pada Kesehatan Janin dan Generasi Mendatang

Sumpah Pemuda: Momentum Perlindungan Generasi Muda dari Bahaya Asap Rokok

“Sebetulnya yang diturunkan bukan kankernya, tetapi gennya. Mutasi pada gen tertentu menyebabkan seseorang memiliki kerentanan untuk mengalami kanker,” katanya.

Berdasarkan penyebab genetiknya, kanker dikelompokkan menjadi kanker herediter yang berkaitan dengan mutasi gen bawaan, kanker familial yang cenderung muncul dalam keluarga, serta kanker sporadis yang tidak berkaitan dengan mutasi gen warisan.

Gilang menjelaskan, jika salah satu orang tua membawa mutasi gen tertentu, setiap anak memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi mutasi tersebut, Namun, angka itu tidak berarti risiko anak terkena kanker juga sebesar 50 persen.

Ia mencontohkan gen BRCA1, yakni gen penekan tumor (tumor suppressor gene) yang berfungsi membantu memperbaiki DNA yang rusak.

“Di dalam tubuh ada dua salinan BRCA1. Jika salah satunya mengalami mutasi, salinan lainnya masih dapat membantu memperbaiki DNA yang rusak. Jadi, mewarisi mutasi gen tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker,” ujarnya.

Hal serupa berlaku pada kanker ginjal. Riwayat kanker ginjal pada orang tua juga tidak otomatis membuat anak mengalami kanker yang sama. “Penilaian risiko perlu mempertimbangkan usia saat diagnosis, pola kanker dalam keluarga, serta kemungkinan adanya kelainan genetik tertentu,” ucap Gilang.

Menurut Gilang, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain kanker yang muncul pada usia relatif muda, seseorang mengalami lebih dari satu jenis kanker, kanker langka, serta tiga atau lebih anggota keluarga sedarah dengan jenis kanker yang sama atau berkaitan.

Pemeriksaan atau konseling genetik dapat dipertimbangkan ketika terdapat anggota keluarga inti yang didiagnosis kanker sebelum usia 50 tahun, atau ketika keluarga diketahui memiliki mutasi gen bawaan tertentu.

“Prioritas pertama pemeriksaan dilakukan pada orang yang pernah atau sedang menderita kanker. Anggota keluarga yang sehat baru diperiksa setelah tes pada anggota keluarga yang sakit menunjukkan adanya mutasi gen,” ungkapnya.

Riwayat kanker dalam keluarga perlu ditelusuri secara cermat. Konseling genetik membantu menentukan siapa yang perlu menjalani pemeriksaan dan memahami risiko kanker berdasarkan kondisi masing-masing.

Tags: genIPB UniiversityKankermutasi genorang tua
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Apakah Kanker Menurun dari Orang Tua?
  • Imbas Karhutla pada Kesehatan Janin dan Generasi Mendatang
  • Sumpah Pemuda: Momentum Perlindungan Generasi Muda dari Bahaya Asap Rokok
  • Konferensi Tingkat Tinggi Obesitas Global Digelar di Madrid
  • Karhutla Ancam Krisis Ekologis Global, Dorong Restorasi Berbasis Sains
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.