• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

BMKG: 1624 Gempa Bumi Susulan Pasca-Tsunami Flores Masih Terjadi

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status Siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status Waspada.

by Admin
Selasa, 18 Agustus 2026
A A
BMKG: 1624 Gempa Bumi Susulan Pasca-Tsunami Flores Masih Terjadi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1624 gempa susulan (aftershock) telah terjadi dengan magnitudo M1,3 – M6,2. Di antara ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo M>5 sebanyak 23 kejadian dan gempa bumi susulan yang dirasakan berjumlah 59.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BacaJuga

Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global

Koalisi Masyarakat Sipil Buka Posko Penjaringan Calon Penggugat Komdigi atas Dugaan Pembatasan Konten Digital

“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0.5 – 3 meter) dan Waspada (<0.5 meter),” kata Wijayanto di Jakarta, 17 Agustus 2026.

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status Siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status Waspada. Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, dengan ketinggian tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB (1.605 m), dan terendah di BAKALANG, ALOR, NTT pada pukul 05:41 WIB (0.14 m).

Berdasarkan hasil sementara pemantauan dan informasi lapangan, gempabumi Flores M7,7 menyebabkan korban jiwa sebanyak 53 jiwa meninggal dunia, korban luka-luka 137 jiwa, serta dampak kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, Maumere, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari ringan hingga berat.

“BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempabumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan,” papar Wijayanto.

Survei ini bertujuan mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman. Wilayah prioritas berfokus pada daerah dengan kerusakan sedang hingga berat serta dibandingkan dengan lokasi yang relatif tidak mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, BMKG melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman yang tepat serta membantu menenangkan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascagempa. Masyarakat juga diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, serta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.

BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada stakeholder dan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Tags: BMKGgempa NTTgempa susulanSulawesi Selatan
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.