• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Dampak Geopolitik dan Stabilitas Energi UEA Tinggalkan OPEC

Fadhila memaparkan UEA saat ini mampu memproduksi sekitar 4,85 juta barel minyak per hari dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 5 juta barel per hari pada 2027.

by Prohealth
Sabtu, 9 Mei 2026
A A
Dampak Geopolitik dan Stabilitas Energi UEA Tinggalkan OPEC

Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menjadi perhatian di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut muncul ketika konflik regional dan penutupan Selat Hormuz terus memengaruhi stabilitas pasar energi global.

Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Fadhila Inas Pratiwi, menjelaskan keputusan UEA keluar dari OPEC merupakan langkah krusial yang berkaitan erat dengan kepentingan nasional negara itu. Menurutnya, dalam laman Unair, UEA ingin memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan kebijakan energi tanpa bergantung pada aturan organisasi.

BacaJuga

Bukan Sekadar Film, Laut Bercerita Membuka Kembali Ingatan tentang Mereka yang Hilang

Rebutan Pendanaan di Balik Kemitraan Badan Kesehatan Internasional dengan Permen Ferro

Fadhila menjelaskan OPEC pada awalnya hadir sebagai wadah koordinasi negara produsen minyak untuk menyeimbangkan dominasi negara-negara Barat dalam pasar energi global. “Namun, dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang semakin kompleks membuat sebagian anggota mulai mempertimbangkan kembali efektivitas organisasi tersebut, kata dia, Jumat, 9 Mei 2026.

Menurut dia, konflik regional dan ketidakstabilan kawasan membuat keanggotaan dalam organisasi internasional tidak selalu memberikan keuntungan yang sama bagi setiap negara. “Dalam kasus UEA, kepentingan ekonomi domestik dan strategi energi nasional dinilai lebih mendesak dibanding mempertahankan solidaritas organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan keluarnya UEA berpotensi memengaruhi kohesi internal OPEC. Sebagai salah satu produsen minyak utama, UEA memiliki kapasitas produksi besar yang dapat memengaruhi keseimbangan pasokan minyak dunia. Tanpa batasan kuota produksi dari OPEC, UEA memiliki keleluasaan untuk meningkatkan produksi minyak sesuai kapasitas nasionalnya.

Fadhila memaparkan UEA saat ini mampu memproduksi sekitar 4,85 juta barel minyak per hari dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 5 juta barel per hari pada 2027. “Tambahan produksi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga minyak dunia dalam jangka menengah,” ujarnya.

Implikasi bagi Indonesia dan pasar energi global

Fadhila menilai keluarnya UEA dapat meningkatkan volatilitas harga minyak dunia dalam jangka panjang. Tambahan produksi minyak dari UEA berpotensi menekan harga global, meskipun pengaruh jangka pendek masih tertahan oleh dominasi produsen utama seperti Arab Saudi dan situasi Selat Hormuz.

Ia menjelaskan kondisi ini turut berdampak pada negara net importir minyak seperti Indonesia. Fluktuasi harga energi global dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional melalui kenaikan biaya impor energi dan tekanan inflasi.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. “Indonesia perlu mempercepat diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak agar stabilitas ekonomi jangka panjang tetap terjaga,” tuturnya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.