• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Fakta Magnesium, Benarkah Bisa Bikin Tidur Lebih Berkualitas ‘HD’?

Magnesium memang memiliki peran dalam berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan kualitas tidur.

by Admin
Rabu, 30 September 2026
A A
Fakta Magnesium, Benarkah Bisa Bikin Tidur Lebih Berkualitas ‘HD’?

Magnesium kini banyak dilirik sebagai suplemen untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Netizen kini menyebutnya tidur dengan kualitas “HD”.

Dikonsumsi sebelum tidur, mineral ini dipercaya dapat membuat tubuh lebih rileks dan bangun terasa lebih segar. Namun, benarkah magnesium bisa membuat kualitas tidur menjadi lebih “HD”?

BacaJuga

Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya

Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Yunita Aryani, menjelaskan magnesium memang memiliki peran dalam berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan kualitas tidur. Meski demikian, magnesium tidak dapat disamakan dengan obat tidur.

“Magnesium membantu mengatur aktivitas saraf, relaksasi otot, serta ritme tidur-bangun. Tetapi magnesium bukan satu-satunya mineral yang mendukung kualitas tidur,” ujar Yunita.

Ia menjelaskan asupan magnesium yang lebih tinggi berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih baik serta kemungkinan tidur dengan durasi pendek yang lebih rendah. Namun, penelitian ini belum membuktikan bahwa konsumsi magnesium secara langsung menyebabkan kualitas tidur menjadi lebih baik.

Di dalam tubuh, magnesium bekerja antara lain membantu menstabilkan aktivitas saraf dan mengurangi rangsangan berlebihan pada jalur glutamat/NMDA (asam amino yang bertindak sebagai bahan kimia penstimulasi di otak).

Selain itu, magnesium juga mendukung kerja gamma-aminobutyric acid (GABA), neurotransmiter penghambat aktivitas sistem saraf yang membantu otak berada dalam kondisi lebih tenang. Selain itu, magnesium berperan dalam pengaturan kalsium dan kalium serta mendukung ritme sirkadian dan jalur melatonin.

“Jadi sangat tidak tepat jika magnesium dikatakan sebagai obat tidur atau membuat mengantuk,” katanya.

Menurut Yunita, sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari juga tidak otomatis menjadi tanda tubuh kekurangan magnesium. Salah satu kondisi yang dapat terjadi adalah hyperarousal, ketika tubuh sudah merasa lelah tetapi otak dan sistem saraf masih aktif sehingga mekanisme untuk memasuki tidur tidak bekerja optimal.

Lebih jauh ia menerangkan, gangguan tidur dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari stres, kecemasan, overthinking, kebiasaan bermain gawai hingga larut malam, jadwal tidur yang berubah-ubah, cahaya kamar terlalu terang, hingga konsumsi kopi. Selain itu, teh pekat, minuman energi dan nikotin. Faktor hormonal, penyakit tertentu, gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea dan restless legs syndrome, serta penggunaan obat tertentu juga dapat memengaruhi kualitas tidur.

Karena itu, kata Yunita, memperbaiki tidur tidak cukup hanya dengan mengandalkan suplemen. Asupan makanan kaya magnesium, aktivitas fisik teratur, pola tidur yang konsisten, serta pemenuhan vitamin dan mineral lain juga perlu diperhatikan. Terapi harus dilakukan secara komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Bukan hanya mengejar tidur lebih nyenyak, tetapi juga bagaimana meningkatkan quality of life,” ucap Yunita.

Tags: ipb universityjam tidurmagnesiumsuplemen
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.