• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Floaters Bukan Akibat Gadget, Ini Penyebab dan Tanda Bahayanya

Floaters merupakan gejala yang umumnya disebabkan oleh kumpulan serabut kolagen mikroskopis pada gel vitreous.

by Prohealth
Jumat, 31 Juli 2026
A A
Tak Semua Kelainan Refraksi Membutuhkan Prosedur yang Sama

Belakangan ini, keluhan munculnya bayangan hitam, titik-titik kecil, benang, atau jaring laba-laba yang melayang di penglihatan atau dikenal sebagai floaters banyak diperbincangkan masyarakat.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan penggunaan gadget atau gawai dalam waktu lama. Namun, dokter spesialis mata sekaligus dosen IPB University, Drasthya Zarisha, menegaskan anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Menurutnya, floaters merupakan gejala yang umumnya disebabkan oleh kumpulan serabut kolagen mikroskopis pada gel vitreous, yaitu gel yang mengisi sebagian besar rongga bola mata. Kumpulan serabut tersebut membentuk bayangan pada retina sehingga seseorang melihat titik hitam, benang, atau jaring laba-laba yang tampak mengikuti arah pandangan.

“Pada sebagian besar kasus, floaters terjadi sebagai proses alami akibat bertambahnya usia. Gel vitreous mengalami pencairan dan penyusutan sehingga terbentuk bayangan yang terlihat saat mata bergerak,” katanya, Kamis, 30 Juli 2026.

Selain proses penuaan, riwayat trauma pada bola mata juga dapat memicu munculnya floaters. Dalam beberapa kondisi, gejala ini dapat disebabkan oleh perdarahan di dalam gel vitreous atau gangguan pada retina yang memerlukan penanganan medis.

Drasthya juga meluruskan anggapan penggunaan gadget menjadi penyebab utama floaters. Ia menjelaskan penggunaan perangkat digital dalam waktu lama tidak secara langsung menyebabkan kondisi itu.

“Penggunaan gadget yang terlalu lama tanpa jeda memang dapat membuat mata cepat lelah. Akibatnya, seseorang menjadi lebih menyadari atau merasa terganggu dengan keberadaan floaters yang sudah ada,” ujarnya.

Meski umumnya merupakan kondisi yang wajar, masyarakat tetap perlu waspada apabila floaters muncul secara tiba-tiba, jumlahnya bertambah dengan cepat, atau disertai kilatan cahaya (photopsia). Terutama di bagian tepi penglihatan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang memerlukan pemeriksaan segera.

Ia menyarankan agar siapa pun yang baru pertama kali mengalami floaters atau merasa keluhannya semakin mengganggu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan retina, saraf optik, dan gel vitreous penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Drasthya mengungkapkan bahwa risiko mengalami floaters lebih tinggi pada orang berusia lanjut, penderita rabun jauh terutama minus tinggi, individu dengan riwayat operasi atau kondisi tertentu pada lensa mata. Risiko juga bertambah pada mereka yang memiliki riwayat keluarga atau pernah mengalami ablasio retina.

“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah gangguan retina yang lebih serius. Karena itu, jangan ragu memeriksakan mata apabila muncul gejala yang tidak biasa,” tuturnya.

Tags: gadgetgawaiipb universitypenyakit matatrauma
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.