• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Mempertahankan Daerah Bebas Malaria dan Percepat Eliminasinya Menuju 2030

Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

by Admin
Kamis, 30 Juli 2026
A A
Hari Malaria Sedunia: Masih Mematikan, Pemerintah Wajib Lakukan Intervensi

(Sumber foto: Canva/2023)

Kementerian Kesehatan terus memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di daerah. Pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah memutus penularan malaria sekaligus mendorong percepatan eliminasi di seluruh Indonesia.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Dante mengatakan, malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi, mulai dari program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Pemberian Obat Massal (Mass Drug Administration/MDA), Targeted Drug Administration (TDA), hingga Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko.

“Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030,” ujar Dante.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria. Di sisi lain, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.

“Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria,” kata Andi.

Menurut Andi, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia. Selain itu, mengembangkan Massive Open Online Course (MOOC) pelatihan mikroskopis malaria untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium.

Sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta tujuh kabupaten, yaitu Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Mewakili para kepala daerah penerima sertifikat eliminasi malaria, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, menyampaikan Komitmen Pemeliharaan Daerah Eliminasi Malaria.

“Kami menyatakan komitmen dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan mempertahankan eliminasi malaria di kabupaten dan provinsi yang merupakan wilayah kerja kami,” ujar dia.

Ia menyampaikan pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan komitmen lintas sektor, surveilans, peningkatan kapasitas layanan diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan.

Pemerintah daerah juga berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga terlatih, sarana prasarana, dan anggaran, serta mengoordinasikan seluruh upaya secara terpadu dan berkesinambungan guna mendukung target Eliminasi Malaria Nasional Tahun 2030.

Tags: kementerian kesehatanmalariaorganisasi profesitenaga kesehatan
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.