• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Peneliti IPB University Ciptakan Formula Bioplastik Berbahan Pelepah Pisang

Keunggulannya adalah memiliki sifat antimikrob yang mampu menjaga menghambat kerusakan daging segar dengan menghalangi pertumbuhan bakteri.

by Admin
Selasa, 11 Agustus 2026
A A
Peneliti IPB University Ciptakan Formula Bioplastik Berbahan Pelepah Pisang

Dosen dan mahasiswa IPB University berhasil menciptakan formula bioplastik antimikrob dari pelepah pisang klutuk. Inovasi bioplastik utk bahan pengemas ini bermanfaat untuk menambah umur simpan daging segar.

Inovasi ini telah mendapatkan Paten Granted dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum RI dengan judul Formula Bioplastik Antimikrob Berbasis Selulosa Pelepah Pisang Klutuk dengan Penambahan Essential Oil Serai Wangi untuk Meningkatkan Umur Simpan Daging Segar.

BacaJuga

Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka

Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan

Tim terdiri dari Della Orya Febriana, Nurul Izzah Fasya, Pharidisya Rachmi Sativa, Ario Ilham, Erizka Febiazni bersama dosen pembimbing Nur Wulandari. Riset ini juga berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan menembus Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) sebagai salah satu finalis.

Nur Wulandari menyampaikan, bioplastik antimikrob yang dikembangkan memiliki fungsi yang sama dengan plastik wrap konvensional.

“Keunggulannya adalah memiliki sifat antimikrob yang mampu menjaga menghambat kerusakan daging segar dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, inovasi ini mendukung sustainability dan zero waste karena bioplastik tersebut mudah terurai dan dapat mengurangi penggunaan plastik wrap konvensional,” ucapnya, dikutip dari laman IPB, Senin, 10 Agustus 2026.

Ia mengatakan, proses pembuatan bioplastik diawali dengan ekstraksi minyak asiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan selulosa pelepah pisang klutuk (Musa balbisiana Colla). Selanjutnya, dilakukan proses pembuatan bioplastik yang meliputi pencampuran bahan, pemanasan, pencetakan, dan pendinginan hingga terbentuk lembaran bioplastik yang siap digunakan.

Salah satu keunggulan bioplastik yang dikembangkannya ialah mampu mempertahankan mutu daging segar dalam chiller hingga 4 hari. Sementara daging segar yang dikemas dengan plastik wrap konvensional hanya memiliki umur simpan 2 hari.

Della, salah satu inventor mengungkap, “Tantangan utama dari inovasi ini adalah karakteristik bioplastik kami yang lebih mudah menyerap air dibandingkan plastik wrap konvensional. Tetapi hal itulah yang membuat bioplastik ini dapat terdegradasi dengan baik di lingkungan, sehingga lebih ramah lingkungan.”

Menurutnya, inovasi ini akan sangat bermanfaat untuk kepentingan supermarket, restoran, hotel, maupun pelaku usaha di bidang pangan yang menyediakan atau menjual daging segar premium.

“Dengan adanya bioplastik ini, kami berharap dapat melindungi kualitas dan keamanan daging segar, serta mengurangi dampak negatif kemasan plastik konvensional terhadap lingkungan sehingga dapat mendukung penerapan sustainability dan zero waste,” tuturnya.

Tags: bioplastikdaging segarinovasiipb university
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.