• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Riset Sebut Tanaman Herbal Galaktagog Bisa Tingkatkan Produksi ASI

Penggunaan tanaman herbal untuk membantu ibu menyusui telah berlangsung secara turun-temurun di banyak budaya, termasuk di Indonesia.

by Admin
Selasa, 28 Juli 2026
A A
Riset Sebut Tanaman Herbal Galaktagog Bisa Tingkatkan Produksi ASI

Malnutrisi dan stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif secara optimal merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk mendukung pertumbuhan anak sekaligus menurunkan risiko stunting.

Namun, lebih dari 50% ibu pasca persalinan menghadapi tantangan berupa produksi ASI yang tidak mencukupi sehingga diperlukan berbagai pendekatan guna mendukung keberhasilan laktasi.

BacaJuga

Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Isu itu kini menjadi perhatian komunitas ilmiah internasional. Muhammad Ilham Gibran, mahasiswa program fast-track Magister Ilmu Biomedik dan Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), mendapat kesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya. Ia menyampaikannya pada 20th World Congress of Basic and Clinical Pharmacology (WCP2026) yang berlangsung 12-17 Juli 2026 lalu di Melbourne, Australia.

Kongres yang diselenggarakan setiap tiga hingga empat tahun sekali ini merupakan salah satu forum ilmiah bergengsi di bidang farmakologi. Kegiatan ini mempertemukan peneliti, klinisi, regulator, pendidik, hingga industri farmasi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru dalam penemuan obat dan terapi berbasis bukti.

Dengan bimbingan Profesr Mustofa dan Fara Silvia Yuliani, Gibran mempresentasikan tinjauan berjudul “Translational Evidence for Herbal Galactagogues: A Systematic Review” yang diterima sebagai poster presentation pada tema Drug Discovery – Basic and Translational. Penelitian ini mengangkat pemanfaatan herbal galaktagog, yaitu tanaman yang digunakan untuk membantu meningkatkan produksi ASI, sebagai salah satu alternatif yang banyak dimanfaatkan masyarakat di berbagai negara.

Menurut Gibran, penggunaan tanaman herbal untuk membantu ibu menyusui telah berlangsung secara turun-temurun di banyak budaya, termasuk di Indonesia. Namun, efektivitas maupun keamanannya tidak selalu didukung oleh tingkat bukti ilmiah yang sama.

“Penelitian ini berupaya menyusun gambaran menyeluruh mengenai bukti ilmiah yang telah tersedia sehingga dapat menjadi rujukan bagi peneliti, tenaga kesehatan, maupun pengambil kebijakan dalam mengembangkan intervensi berbasis bukti,” kata Gibran, Senin, 27 Juli 2026 di Kampus UGM.

Melalui sintesis puluhan penelitian dari berbagai negara, tinjauan sistematis tersebut memetakan herbal yang telah memiliki dukungan ilmiah paling kuat sekaligus mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang masih perlu dijawab. Pendekatan seperti ini dinilai penting karena membantu menghubungkan penelitian dasar di laboratorium dengan penerapannya dalam praktik pelayanan kesehatan atau yang dikenal sebagai penelitian translasional.

“Pengembangan obat herbal tidak hanya didasarkan pada pengalaman empiris, tetapi juga pada bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Bagi Indonesia, kata Gibran, penelitian ini memiliki relevan karena dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai tanaman yang telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu. Namun, agar potensi itu dapat berkembang, diperlukan penelitian yang memenuhi standar ilmiah internasional.

“Kehadiran hasil penelitian mahasiswa UGM di forum global menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus memperoleh masukan dari komunitas ilmiah internasional,” jelasnya.

Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, WCP2026 juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi, klinisi, regulator, dan industri farmasi dalam mengembangkan terapi yang lebih aman, efektif, dan berbasis bukti. Selama enam hari penyelenggaraan, kongres menghadirkan berbagai simposium, presentasi ilmiah, diskusi panel, hingga kegiatan jejaring yang membahas isu-isu strategis, mulai dari penemuan obat baru, farmakologi klinis, toksikologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat.

Gibran menilai partisipasi dalam forum internasional menjadi kesempatan penting bagi peneliti muda Indonesia untuk tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang dapat mempercepat pengembangan riset di masa mendatang. “Harapannya, penelitian mengenai bahan alam Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan yang berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.

Keikutsertaan mahasiswa UGM dalam WCP2026 menunjukkan bahwa penelitian yang dikembangkan di lingkungan universitas tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi turut berkontribusi dalam percakapan global mengenai tantangan kesehatan masyarakat. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap pengembangan obat berbasis bahan alam dan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, partisipasi ini sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai universitas riset yang aktif membangun kolaborasi internasional dan mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Tags: Air Susu Ibuherbaltanaman obatuniversitas gadjah mada
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.