• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

206 Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Diterjunkan, Layani Korban Gempa NTT

Para relawan akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah yang terkena dampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

by Tim Prohealth
Rabu, 26 Agustus 2026
A A
206 Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Diterjunkan, Layani Korban Gempa NTT

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 24 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons cepat krisis kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Pulau Flores.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melepas langsung para relawan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para relawan akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah yang terkena dampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

BacaJuga

Bukan Sekadar Film, Laut Bercerita Membuka Kembali Ingatan tentang Mereka yang Hilang

Rebutan Pendanaan di Balik Kemitraan Badan Kesehatan Internasional dengan Permen Ferro

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus berdampak terhadap 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus 2026, bencana ini mengakibatkan 91 orang meninggal, ratusan orang luka-luka, dan 161.874 warga mengungsi. Gempa juga memicu kelumpuhan sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

“Saudara meninggalkan keluarga dan pekerjaan untuk hadir ketika masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Terima kasih atas panggilan kemanusiaan ini,” ujar Kunta dalam arahannya.

Kunta menitipkan tiga instruksi tegas kepada para relawan. Pertama, relawan harus fokus mengidentifikasi dan menyelesaikan krisis medis di lapangan. Kedua, seluruh elemen harus bekerja sebagai satu tim yang solid tanpa memandang latar belakang institusi. Ketiga, relawan wajib memprioritaskan keselamatan diri.

“Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian,” kata Kunta.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, merinci relawan yang diberangkatkan sejumlah 128 orang, terdiri dari: dokter umum, sejumlah dokter spesialis, antara lain penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi, serta perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Para tenaga medis ini juga akan didukung oleh 78 dokter internsip yang telah berada di Pulau Flores.

Kehadiran tenaga tambahan ini didorong oleh panggilan kemanusiaan para relawan. Bagi Bidan Istiqomah, relawan yang akan ditugaskan ke Kabupaten Nagekeo, keberangkatan ini merupakan kali kedua dia bergabung dengan TCK. Sebelumnya, ia terjun menangani krisis di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025.

Alih-alih jera menghadapi beratnya medan bencana, Istiqomah yang merupakan pegawai RSUP Fatmawati menyatakan pengalaman itu justru makin menumbuhkan panggilan hati untuk terus membantu.

“Kalau buat saya, menjadi relawan ini rasanya malah nagih (membuat ketagihan untuk mengabdi). Persiapannya yang paling utama adalah fisik dan obat-obatan pribadi. Harapannya, semoga semua warga di Ende bisa kita bantu dan lekas pulih,” tuturnya.

Semangat dedikasi serupa juga ditegaskan Muhammad Amir Sahala, relawan dokter spesialis ortopedi dari RS Fatmawati yang akan bertugas di RSUD Borong, Manggarai Timur. Ia menyadari tingginya kebutuhan medis, terutama bagi korban yang mengalami cedera akibat reruntuhan.

“Banyak sekali korban yang membutuhkan di tengah kekurangan tenaga kesehatan saat ini. Pasti kami akan jadi respons utama untuk membantu korban agar semua dapat tertangani dan mendapat perawatan yang terbaik,” ungkap Amir.

Kehadiran TCK diharapkan mampu memperkuat tenaga kesehatan daerah yang telah bekerja sejak awal bencana. Ini sekaligus menjaga kesinambungan layanan esensial hingga kapasitas kesehatan daerah pulih sepenuhnya.

Tags: bencana alamdokter spesialisgempa NTTkementerian kesehatanrelawan tenaga kesehatan
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.