• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Berita Konservasi Burung dan Satwa Sunyi, Bagaimana Mengelolanya

Konservasi burung harus berbasis masyarakat dan dilakukan secara inklusif.

by Admin
Senin, 13 April 2026
A A
Status Burung Indonesia, 159 Spesies Terancam Punah

Konservasi burung dan satwa masih menjadi tantangan di Indonesia, negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Wartawan pun didorong berkontribusi melalui pemberitaan, salah satunya dengan cara yang sederhana, yaitu mobile journalism.

Isu ini menjadi topik utama dalam “Workshop Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati bagi Media Melalui Mobile Journalism” yang digelar Burung Indonesia dalam rangkaian Pesta Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Minggu, 12 April 2026.

BacaJuga

Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka

Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan

Angga Yoga, Terrestrial Program Specialist Burung Indonesia, mengatakan keberadaan burung sangat penting bagi ekosistem, seperti untuk pengendalian hama hingga pembersihan lingkungan. Ketika ekosistem rusak, maka kehidupan akan terdampak.

Dia mengambil contoh peristiwa The Great Chinese Famine, yaitu ketika China melancarkan kampanye pembasmian burung gereja pada 1959-1962. Akibat kampanye itu, populasi burung berkurang, yang berpengaruh pada proses panen dan akhirnya menimbulkan kelaparan.

“Begitulah pentingnya peran burung dalam kehidupan. Jika tidak dilestarikan, bahkan dibunuh, bisa sampai bikin kelaparan,” ujar Angga.

Indonesia memiliki 1.834 spesies burung, tertinggi di Asia. Dari keseluruhan angka itu, 538 di antaranya merupakan spesies endemik, atau hanya ada di Indonesia. Namun ternyata, 159 spesies di antaranya terancam punah secara global.

Untuk itu, kata dia, diperlukan upaya keras untuk melakukan konservasi burung. Menurut Angga, konservasi burung ini harus berbasis masyarakat dan dilakukan secara inklusif.

“Kenapa? Daerah di Indonesia sangat banyak dan masing-masing punya budaya yang berbeda. Cara mereka melakukan konservasi pun berbeda-beda, tidak bisa masyarakat dipaksa melakukan konservasi ala Barat,” ucapnya.

Selain itu, konservasi juga harus memperhatikan hak dasar manusia untuk hidup dan menentukan arah pembangunan. Angga kemudian menceritakan pengalamannya melakukan konservasi berbasis masyarakat di Sangihe. Ia tinggal bersama warga dan mengenal karakteristik mereka.

“Saat mereka sudah merasa terlibat, justru mereka sendiri yang akan melaporkan dan bergerak kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan upaya konservasi, dan mereka jadi aktif melakukan konservasi sendiri,” tuturnya.

“Dampak konservasi akan kita dapatkan ketika kita melakukan konservasi yang tepat. Setiap budaya masyarakat Indonesia sudah punya kearifan lokal yang tujuan akhirnya sebenarnya konservasi.”

Andi Muhyiddin, jurnalis dan praktisi mobile journalism, mengatakan sebenarnya ada budaya lama di beberapa daerah Indonesia yang masih belum berpihak pada konservasi keanekaragaman hayati. Misalnya, kebiasaan masyarakat memelihara burung di dalam sangkar.

Masyarakat dan jurnalis seharusnya bisa mengubah narasi dengan cara membahas praktik-praktik yang tak sesuai dengan upaya konservasi. Salah satu cara yang mudah adalah dengan mobile journalism.

“Kita punya senjata ponsel. Dengan visual, masyarakat bisa tergerak. Konten visual seperti ini juga bisa menjadi tekanan publik,” tutur Andi.

Ponsel memang memiliki berbagai keterbatasan, seperti kualitas kamera yang tidak sebaik kamera profesional. Namun, kata Andi, yang paling penting dalam mobile journalism adalah narasi.

Praktisi jurnalisme multimedia, Tri Wahyuni, mengakui keanekaragaman hayati memang merupakan topik dengan segmentasi sangat khusus. Tapi dengan mobile journalism, wartawan sebenarnya bisa membuatnya lebih populer.

Tri membahas berbagai contoh konten dengan kualitas gambar yang tidak terlalu tinggi ternyata justru bisa viral dan menarik perhatian banyak orang. “Banyak yang bertanya, kalau tidak punya alat yang mumpuni bagaimana? Bisa, yang penting kita tahu cara mengemasnya,” kata Tri.

Andi sepakat. Menurutnya, setiap jurnalis bisa mendukung upaya konservasi melalui mobile journalism, asal tetap memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik. “Kamu bukan sekadar pengamat. Kamu adalah penjaga cerita alam,” katanya.

“Mulai hari ini, setiap rekaman kamu adalah bagian dari konservasi. Smartphone kamu bisa jadi alat dokumentasi dan alat perubahan.”

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.