• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Kulit Singkong, Zeolit Alam, dan Slag Besi untuk Atasi Limbah Logam Berat Tambang Nikel

Manfaat kulit singkong kurang menjadi sorotan

by Admin
Rabu, 17 Juni 2026
A A
Kulit Singkong, Zeolit Alam, dan Slag Besi untuk Atasi Limbah Logam Berat Tambang Nikel

Mahasiswa Universitas Airlangga mengembangkan penelitian berbasi solusi terhadap pencemaran logam berat Cr(VI) yang sering ditemukan di kawasan pertambangan. Hal itu berpotensi membahayakan kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan. Permasalahan ini semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas pertambangan nikel sebagai bahan baku utama dalam produksi baterai untuk perangkat elektronik dan kendaraan listrik.

Untuk mengatasi limbah tersebut, mahasiswa yang lolos skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE) menawarkan metode adsorpsi magnetik dengan memanfaatkan kombinasi kulit singkong, zeolit ​​​​alam dan Fe3O4 dari terak besi sebagai bahan adsorben.

BacaJuga

Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka

Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan

Riset ini mengusung Komposit Zeolit ​​Alam, Karbon Aktif Kulit Singkong, dan Fe3O4 Slag Besi Sebagai Adsorben Efektif Limbah Cr(VI) Tambang Nikel. Tim tersebut berasal dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Di antaranya, Sulaiman Fadhli, Muhammad Haris Afta Firdaus, Ahmad Soleh, Ahmad Zaydan Taqiyuddin, dan Layla Lubna Irwandy.

Ketua tim, Sulaiman mengatakan bahwa ide itu terbesit saat di bangku kelas berkat pelajaran salah seorang dosen Ganden Supriyanto. “Ia bercerita mengenai aktivitas penghasil limbah cair yang mengandung logam berat dari tambang nikel serta mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat kulit singkong kurang menjadi sorotan. Sehingga mereka menyulapnya menjadi bagian yang bermanfaat sebagai karbon aktif adsorpsi polutan.

“Zeolit ​​​​alam merupakan mineral yang sering digunakan sebagai adsorben yang berkontribusi dalam penyerapan Cr(VI).Kemudian Slag besi merupakan limbah yang mengandung Fe3O4 yang memberi sifat magnetis pada adsorben,” tutur Sulaiman.

Sulaiman mengatakan saat ini penelitian itu dalam tahap penelitian. “Setelah adsorbennya kami uji di laboratorium skala laboratorium Cr(VI), selanjutnya diuji dengan menggunakan limbah asli tambang nikel. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apakah ada polutan lain selain Cr(VI) yang akan mempengaruhi efisiensi penyerapan adsorben kami,” ujar Sulaiman.

Sulaiman berharap inovasi ini dapat dikembangkan dan direalisasikan untuk mengolah limbah Cr(VI) secara ramah lingkungan. Apalagi seperti kulit singkong banyak berasal dari industri olahan singkong sehingga dapat mendukung SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak), SDGs 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDGs 13 (penanganan perubahan iklim), SDGs 15 (ekosistem daratan), dan SDGs 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.