• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Kencur Hitam dan Daun Pegagan Mampu Mengurangi Radang Saraf Mata

by Tim Prohealth
Selasa, 28 Juli 2026
A A
Kencur Hitam dan Daun Pegagan Mampu Mengurangi Radang Saraf Mata

Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang sering digunakan sebagai obat herbal. Sementara kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman rempah yang sering digunakan untuk bahan minuman jamu. Kombinasi dari dua tanaman ini ternyata berkhasiat untuk mengobati gangguan penglihatan akibat radang pada saraf mata.

Indra Tri Mahayana, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM mengatakan ia bersama anggota tim peneliti tengah melakukan penelitian perihal khasiat dari kandungan senyawa dari kedua tanaman ini. Penelitian ini berangkat dari potensi besar tanaman herbal lokal yang dipadukan dengan pembuktian ilmiah.

BacaJuga

Pengobatan TBC Diringkas Jadi Satu Bulan, Hanya untuk yang Laten

Mengapa Kampus Tanpa Rokok Perlu Masuk Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi

Menurutnya, kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memiliki potensi sebagai terapi pendamping bagi penderita neuritis optik berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. “Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi,” katanya.

Ia mengatakan hal ini dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian tematis bertajuk “Wedang Sahaja: Formulasi Daun Pegagan dan Kencur Hitam sebagai Suplemen Pasien Saraf Mata melalui Pemberdayaan UMKM dan Komunitas Difabel di Kota Yogyakarta” pada Rabu (22/7) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemerintah Kota Yogyakarta.

Selanjutnya, Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM memaparkan terapi utama neuritis optik akut selama ini masih berupa pemberian kortikosteroid dosis tinggi.

Namun demikian, penelitian ini terus dikembangkan untuk menemukan terapi pendamping yang mampu memberikan efek neuroprotektif. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut,” katanya.

Rika Fatimah, Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, mengatakan pihaknya melakukan edukasi ke konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk lokal yang dihasilkan UMKM. Pasalnya, produk lokal dipandang memiliki karakteristik dan kapasitas produksi yang berbeda dengan industri bermodal besar, sehingga memerlukan ekosistem pasar yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutannya.

Melalui penelitian pemanfaatan potensi kedua tanaman ini, kata Rika, pengembangan produk herbal tidak hanya diarahkan sebagai inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah. Tapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah, hingga konsumen. Ini sekaligus memperkuat posisi produk herbal lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan wellness berbasis potensi daerah.

“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet namun pada konsep rezeki melalui kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tags: kencurKesehatantanaman herbaltanaman obatuniversitas gadjah mada
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Pengobatan TBC Diringkas Jadi Satu Bulan, Hanya untuk yang Laten
  • YLBHI: Aparat Kepolisian Jangan Represif dan Wajib Lindungi Hak Konstitusional Warga Menyampaikan Pendapat
  • Mengapa Kampus Tanpa Rokok Perlu Masuk Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi
  • UI Pimpin Riset Internasional Pencegahan Tuberkulosis Berbasis Gizi
  • Badan Cuaca PBB: Rekor Tingkat Karbon Dioksida Berdampak ke Kita Berabad-abad
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.